Ditarget Rp13 Triliun, KSB Optimis Nilai Investasi 2024 Terlampaui

0

Taliwang (Suara NTB) – Capaian investasi Kabupaten Sumbawa Barat yang terus melampaui target dalam beberapa tahun terakhir membuat pemerintah pusat terus menaikkan potensinya. Seprti di tahun ini pusat melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memasang target untuk KSB senilai Rp13 triliun.

Jika dibanding tahun sebelumnya, target realisasi investasi yang harus dikejar KSB di tahun 2024 ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Di tahun 2023 lalu, pusat memasang target hanya Rp9,4 triliun atau ada kekanikan sebesar Rp3,6 triliun tahun ini. Namun jika dilihat dari realisasi di tahun lalu, target itu kemudian sangat kecil. Pasalnya realisasi investasi KSB sepanjang 2023 total mencapai Rp28 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KSB, Kamaluddin menjelaskan, realisasi investasi yang dicapai KSB tahun 2023 itu melampaui nilai investasi yang ditargetkan pusat kepada Provinsi NTB di tahun 2024 ini. “Total keseluruhan NTB 2024 ini targetnya Rp26 triliun. Rp13 triliun untuk NTB. Sisanya 9 kabupaten/kota di NTB dan itu sebenarnyan jauh melampui capaian kira tahun lalu kan,” papar Kamaluddin, Selasa, 25 Maret 2024.

Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, DPMPTSP pun mengaku optimis dapat kembali melampaui target tersebut kali ini. Kamaluddin menyebut, sebagian besar investasi yang masuk ke KSB sebagai penyumbang pencapaian target masih didominasi kegiatan usaha sektor pertambangan dan support tambang. Berikutnya kegiatan pariwisata, perikanan dan pertanian hingga investasi di bidang usaha properti. “Sudah mulai tumbuh juga industri-industri kreatif. Tapi jumlahnya belum banyak sehingga belum siginifikan mempengaruhi nikai investasi kita,” sebutnya.

Khusus investasi sektor tambang dan support tambang. Harus diakui dalam 3 tahun terakhir pertumbuhannya terasa sangat pesat di KSB. Hal ini pun tidak ditampik Kamaluddin. Ia mengatakan, pemicu terbesar investasi itu adalah keberadaan pembangunan smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di kecamatan Maluk.

“Banyak pekerjaan Smelter yang ditangani oleh perusahaan-perusahaan kecil. Mereka itu datang dari berbagai tempat dan berinvetasi di daerah kita ini,” terang Kamal sapaan akrabnya.

Sementara banyaknya invesstasi yang masuk ke KSB itu di sisi lain memberi tugas berat kepada DPMPTSP KSB. Kamal mengatakan, pihaknya harus terus melalukan pendampingan kepada setiap investor yang masuk untuk memastikan mereka selalu taat pada aturan berlaku.

“Contoh soal kepatuhan pelaporan. Mereka itu kita harus kawal suaya selalu tepat waktu melaporkan diri per triwulan,” urainya seraya memastikan target yang diberikan tahun ini bisa kembali termapaui. “Kalau tahun lalu sampai Rp28 triliun. Maka tahun ini pasti kita bisa lampaui lagi targetnya,” janjinya.(bug)