Dilarang Bunyikan Petasan

0

PEMERINTAH Kecamatan mulai mempersiapkan teknis pelaksanaan pawai takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 hijriah. Kafilah berasal dari utusan masjid dari setiap lingkungan. Peserta pawai dilarang membunyikan petasan.

Camat Cakranegara, Irfan Syafindra ditemui pada Senin 25 Maret 2024 menjelaskan, pelaksanaan pawai takbiran sedang dipersiapkan secara teknis, tetapi konsepnya sama seperti pelaksanaan Ramadhan tahun sebelumnya. Perbedaannya adalah dari unsur kepanitiaan diambil dari komunitas remaja masjid, karang taruna dan lain sebagainya. “Kita akan bahas secara teknis bersama forkopincam,” jelas Irfan.

Pembahasan di tingkat forum komunikasi pimpinan kecamatan berkaitan dengan teknis pelaksanaan, keamanan, dan lain sebagainya. Irfan menyebutkan, titik kumpulnya di depan Mataram Mall sampai titik terakhir di depan Kantor Cakranegara Barat di Jalan Pejanggik.

Mantan Lurah Pagutan Timur ini mengatakan, kafilah berasal dari masjid di lingkungan. Sistemnya pengurus masjid mendaftarkan diri ke panitia. “Nanti mereka daftar berapa yang diutus dari masjid di lingkungan,” katanya.

Setiap kafilah akan dibatasi jumlah peserta maksimal 100 orang. Peserta dilarang membawa dan membunyikan petasan serta tidak membawa senjata tajam.

Irfan menambahkan, pelaksanaan pawai takbiran juga akan melibatkan lintas agama. Di Cakranegara berbagai macam agama mulai dari Islam, Hindu, Konghucu, dan lain sebagainya. Mereka akan dilibatkan sebagai unsur kepanitiaan sehingga semangat kebersamaan merayakan hari kemenangan bagi umat muslim terjaga dan terpelihara dengan baik. “Kita libatkan lintas agama di dalam kepanitian,” sebutnya.

Ia berharap pelaksanaan pawai takbiran berjalan lancar tanpa ada gangguan apapun. Peserta diminta menjaga keamanan dan kondusivitas selama pawai takbiran berlangsung. (cem)