SE Walikota Tak Digubris, Pengusaha Hiburan Malam Tetap Buka Saat Ramadhan

0

Mataram (Suara NTB) – Surat edaran walikota tentang pembatasan aktivitas masyarakat selama bulan Ramadhan ibarat sapi ompong. Pengusaha hiburan malam tetap beroperasi, padahal jelas-jelas tidak diperbolehkan beroperasi selama bulan Ramadhan.

Pantauan Suara NTB, tempat hiburan malam di Jalan Selaparang, Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, tetap beroperasi pada malam hari. Usaha rumah bernyanyi ini, hanya tutup selama tujuh hari saat Ramadhan. Selebihnya, mereka beraktivitas seperti biasa melayani tamu. Demikian halnya, tempat hiburan di Jalan Datu Tuan, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya. Justru, tempat hiburan ini, tidak pernah tutup sejak awal Ramadhan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Irwan Rahadi dikonfirmasi pada akhir pekan kemarin mengatakan, Satuan Pol. PP selaku penegak Perda telah menjalani surat edaran dengan mengimbau pelaku usaha seperti rumah makan, tempat hiburan malam dan lain sebagainya. Pemantauan rutin dilakukan ke rumah makan siap saji sekaligus mensosialisasikan aturan tersebut. “Kita rutin kok turun mengingatkan pelaku usaha,” kata Irwan.

Ditegaskan, tempat usaha yang membandel akan dipaksa ditutup. Seperti rumah bernyanyi di Jalan Selaparang, Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, tetap buka. Pihaknya sudah langsung turun menegur pengelola tempat hiburan malam tersebut. “Kita langsung tegur,” jawabnya.

Sementara, tempat hiburan lainnya dan rumah makan tetap diingatkan untuk mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Mataram.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dikonfirmasi sebelumnya menegaskan, surat edaran yang dikeluarkan dan telah disampaikan kepada pengusaha tempat hiburan, sehingga benar-benar dipatuhi supaya pemerintah tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak perlu. Hal ini dinilai sebagai bentuk kerjasama. “Jadi sesuai dengan edaran yang kami buat dan dibagikan kepada pelaku usaha supaya dipatuhi semua,” tegas Walikota.

Beberapa aturan selama bulan Ramadhan, di antaranya, jam operasional rumah makan, warung atau sejenisnya dimulai pukul 16.00- 04.00 Wita. Masyarakat dilarang melakukan balap liar, perang petasan, dan tempat hiburan malam supaya menghentikan sementara waktu aktivitas mereka selama bulan Ramadhan. (cem)