Persaingan Internasional, Perguruan Tinggi Harus Tingkatkan Mutu Pendidikan

0

Mataram (Suara NTB) – Unit Pelaksana Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Indikator Kinerja Utama Universitas Mataram (UP MBKM-IKU Unram) menggelar Workshop IKU 8 dengan tema “Meraih Akreditasi Unggul dan Internasional” di salah satu hotel di Mataram, pada Jumat, 22 Maret 2024. Acara tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan serta persiapan dalam meraih akreditasi yang unggul.

Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., menyoroti pentingnya peningkatan mutu pendidikan sebagai upaya untuk bersaing di tingkat internasional. “Jika mutu pendidikan meningkat, maka mutu lulusan juga meningkat. Sehingga kita bisa bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Rektor Unram juga menekankan pentingnya nilai-nilai kejujuran dan disiplin dalam proses pendidikan. Dia menjelaskan bahwa UP Akreditasi dan UP MBKM-IKU Unram telah mendapatkan dana yang signifikan untuk meningkatkan kualitas program studi (prodi), dari yang awalnya tidak memiliki akreditasi yang unggul menjadi lima yang unggul. “Satu per satu prodi akan dilakukan persiapan yang matang untuk akreditasi menjadi unggul. Akreditasi yang bagus terus kita tingkatkan, jangan cepat puas,” tambahnya.

Dalam workshop tersebut menghadirkan Prof. Ari Purbayanto, Ph.D. selaku Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT. Ia menyampaikan materi tentang Implementasi Permendikbudristek 53/2023 dan Strategi Pencapaian APT Unggul, serta menyoroti pentingnya strategi dalam meraih akreditasi yang unggul.

“Akreditasi ini sangat penting untuk menentukan kelayakan perguruan tinggi atas dasar kriteria yang mengacu pada SN Dikti. Akan tetapi, tantangan mutu perguruan tinggi saat ini adalah adanya kesenjangan mutu perguruan tinggi yang disebabkan oleh tingkat pemahaman, kesadaran, dan tanggung jawab SPMI yang masih rendah,” jelas Prof. Ari.

Pada data BAN-PT tahun 2023 terkait peringkat akreditasi perguruan tinggi, masih ada 1328 PT yang tidak terakreditasi. Sedangkan, yang terakreditasi unggul berjumlah 84 PT, 327 PT terakreditasi baik sekali, 1991 PT terakreditasi baik, 27 PT terakreditasi A, 652 PT terakreditasi B, dan 15 PT terakreditasi C.

Ari turut menyampaikan kriteria penilaian mutu pendidikan tinggi yang terdiri dari Budaya Mutu, yakni efektivitas fungsi SMPI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) dan tumbuhnya budaya mutu secara berkelanjutan. Kedua, Relevansi Tridharma, yang menyangkut layanan pendidikan sesuai kebutuhan masyarakat dan industri, penelitian sesuai sasaran strategis pengembangan keilmuan, berdasarkan kebutuhan masyarakat dan industri, serta program PKM berdasarkan pengembangan kepakaran dan kapasitas lembaga dalam menjawab tantangan/kebutuhan masyarakat dan industri.

Kriteria yang ketiga adalah akuntabilitas yang berkaitan dengan penegakan prinsip GuG dan integritas. Keempat adalah diferensiasi misi, yakni penetapan fokus yang dijalankan secara konsisten. Adapun Ari juga menjelaskan strategi yang tepat dalam mencapai Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) yang unggul.

“Strategi pencapaian APT unggul mencakup dukungan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai, dosen yang memiliki kualifikasi dan kompetensi unggul, kurikulum pendidikan yang terus diperbarui sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar kerja, sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang berjalan baik, seleksi mahasiswa yang ketat dan menjaga kontinuitasnya, ketersediaan sumber dan bahan pembelajaran yang memadai, serta penyelenggaraan pendidikan yang menjamin lulusan tepat waktu dan dapat diserap oleh dunia kerja,” paparnya. (ron)