Mutasi 103 Pegawai, Bupati Ingatkan ASN Tak Berpoligami

0

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Lombok Utara melantik dan mengambil sumpah jabatan 103 ASN Lingkup Pemda Lombok Utara, di aula gedung RSUD Lombok Utara, Jumat, 22 Maret 2024. Mutasi ini ibarat pamungkas sebelum dilaksanakannya Pilkada bulan Nopember 2024 mendatang.

Mutasi ASN kemarin mencakup pengisian 3 JPTP yang lama lowong. Dimana ketiga posisi masing-masing diamanatkan kepada Atmaja Gumbara, SP., (mantan Sekdis PUPR PKP) sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda KLU, kemudian Husnul A Hadi (mantan Camat Gangga) sebagai Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Setda KLU, serta Totok Surya Saputra (mantan Sekretaris Satpol PP) diangkat sebagai Kasat Pol PP.

Dampak dari pengisian jabatan lowong tersebut, menimbulkan pergeseran di lingkup eselon III. Antara lain, Sekdis PUPR KLU dipercayakan kepada mantan Kabid Bina Marga, Bambang Gunawan, ST., sedangkan Kabid BM yang baru dipercayakan kepada mantan Kabid Cipta Karya, Triasmadi Sahgiawan, ST., sedangkan Kabid CK dipercayakan kepada Rangga Wijaya, ST., yang sebelumnya Perencana – Ahli Muda.

Pada OPD lain, seperti Dinas LH juga mengalami pergeseran. Sekdis LH dipercayakan kepada mantan Kabid Pengelolaan Limbah B3, Dewa Gede Purwa, untuk selanjutnya Kabid tersebut dipercayakan kepada mantan Kabid RR – BPBD, Samsul Hadi.

Dari 100 orang ASN yang dimutasi. 44 orang golongan III dan 56 golongan lV.

Di sela-sela mutasi, Bupati, H. Djohan Sjamsu, SH., menegaskan dirinya percaya para ASN yang dilantik mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab sesuai amanah. Pada proses mutasi ini, banyak hal harus evaluasi kembali. “Saya percaya kepada saudara yang diantik malam ini, untuk emban tugas sebaik-baiknya.

Jabatan ini amanah, jagalah dengan sesungguhnya dan laksanakan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Sebagai ASN, seluruh pegawai memiliki pedoman dan aturan yang ditetapkan oleh negara. Oleh karenanya, selaku pembina pegawai, ia tidak menginginkan ada ASN melanggar aturan, termasuk berpoligami.

“Pesan saya juga, semua ada aturan main, hindari kawin lebih dari satu. Satu saja tidak habis. Karena banyak diantara kita ini, ada yang justru menikah di bawah tangan. ASN yang dilantik hari ini, harus terhindar dari hal seperti itu,” tegas Djohan.

Ia juga meminta, agar setiap ASN tetap menggali kreasi dan inovasi dalam pelaksanaan program daerah. Dalam 3 tahun pemerintahan yang sudah berjalan, banyak inovasi yang sudah dilakukan diakui oleh pemerintah pusat dan Pemprov NTB, terbukti dengan adanya penghargaan yang telah diberikan kepada pemerintah daerah.

“Inovasi ini harus kita lakukan, supaya kita bisa berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan Kabupaten lain di Indonesia,” pungkasnya. (ari)