Masih Ada 26 Ribu Rumah Kumuh Belum Tersentuh

0

Selong (Suara NTB) – Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, jumlah rumah kumuh di Lombok Timur (Lotim) 32 ribu lebih. Sampai saat ini, baru tersentuh 6 ribu unit. Masih ada tersisa sekitar 26 ribu unit rumah kumuh yang belum tersentuh.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lotim, Purnama Hadi menjawab Suara NTB, Jumat, 22 Maret 2024.

Dia menerangkan, jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) ini masih cukup banyak. Mengingat itu, Penjabat Bupati tetap menekankan harus ada kegiatan pembangunan setiap tahun.

“Tahun ini tidak ada Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk rumah kumuh, tapi kebijakan pimpinan yakni Pj Bupati yang memerintahkan siapkan dari APBD,” sebutnya. Sehingga tahun 2024 ini, dialokasikan dana Rp 1 miliar untuk 50 unit rumah.

Jumlah biaya pembangunan RTLH diberikan Rp 20 juta per unit. Yakni Rp 17,5 untuk material dan ongkos tukang Rp 2,5 juta. “Kita tidak berikan dalam bentuk uang, tapi kita berikan dalam bentuk bahan karena alau berikan uang nanti pakai beli beras atau emas,” ungkap Purnama Hadi.

Pelaksanaan kegiatan pembangunan rumah kumuh menjadi rumah layak huni ini secara swadaya. Material lama yang masih bagus bisa digunakan kembali, seperti kayu, material bata atau jenis material lainnya.

Ukuran bangunan minimal 6 x 4 meter. Boleh lebih besar dengan catatan jangan sampai terbengkalai. Pembangunan harus selesai. Sejauh ini, memang belum pernah ada terbengkalai. Namun demikian, tetap diingatkan kepada penerima bantuan agar tidak ada catatan.

Dari dana yang disiapkan Pemda Lotim ini ada juga yang diperuntukkan untuk membangun rumah warga yang kebakaran. Seperti penggunaan sisa anggaran tahun 2023 lalu beberapa unit rumah yang kondisinya memang tidaklah layak dan korban kebakaran sudah dibangun kembali.

Harapannya ke depan makin banyak dana yang digunakan untuk membangun rumah kumuh ini agar warga bisa menempati rumah yang layak. Masih cukup banyak warga yang membutuhkan. Tidak sedikit dalam satu unit rumah ditempati oleh lebih dari dua sampai tiga kepala keluarga (KK).

Guna memastikan penerima bantuan ini benar-benar tepat sasaran, Kadis Perkim Lotim bersama tim melakukan kunjungan lapangan terlebih dulu. “Sekarang ini pengerjaan dalam tahap survei, rencana bulan Maret ini juga sudah mulai akan kirim material ke sejumlah sasaran,” demikian. (rus)