Di Islamic Center, NTB Mall Belum Sesuai Ekspektasi UKM

0

Mataram (Suara NTB) – Gedung megah dan sangat refresentatif yang digunakan NTB Mall di sisi barat komplek Masjid Islamic Center bagi beberapa pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) belum sesuai ekspektasi. Ukurannya sederhana, harusnya penjualan produk meningkat.

Salah satu UKM kriya mitra NTB Mall menyampaikan, NTB Mall saat ini belum sesuai harapannya. Keberadaan NTB Mall di kawasan premium ini menurutnya tidak berbanding lurus dengan penjualan produk-produk di NTB Mall. Khususnya, bagi produk yang ia titipkan. “Mungkin karena produk saya bukan kuliner, tidak selaku produk kuliner lainnya. Tapi kalau begitu, harusnya kondisinya juga sama seperti NTB Mall sebelumnya,” katanya.

Sebelumnya, NTB Mall dikelola dengan promosi sangat massif. Belakangan, nama NTB Mall tidak lagi besar gaungnya. Menurut UKM ini, mungkin masih mencari inovasi-inovasi yang pas untuk membesarkan NTB Mall. “Penjualan produk saya sekarang ndak signifikan. Kalau sebelumnya, tamu-tamu yang datang belanja banyak. Ramai, penjualan UMKM juga bagus,” katanya.

Produk yang dititipnya di NTB Mall berkaitan dengan fashion. Ada tenunnya. Jika persoalannya adalah harga, menurut UKM ini, harga yang diberikan di NTB Mall jauh lebih rendah dibandingkan harga jualnya secara online. UMKM ini menambahkan, produk miliknya tidak saja dijual di NTB Mall di IC. Pun menjadi salah satu produk yang dikirim untuk di jual di NTB Mall cabang Malasyia. Itupun, menurutnya modalnya mandeg. Tidak laku.

“Saya ndak tau persoalannya apa. Tapi kalau dibandingkan dengan NTB Mall sebelumnya, penjualan barang saya turun sampai 50 persen. Sekarang sepi. Tau sendiri kalau barang yang lakunya lama membuat perputaran modal lambat. Dampaknya kepada pekerja dan kelancaran bisnis. Apalagi kalau modal kita yang madeg ini besar,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong pengelolaan dengan promosi yang lebih masif untuk menghidupkan kembali NTB Mall. Kendati demikian, UKM menurutnya tetap mendukung NTB Mall. Dan harapan kedepannya, NTB Mall akan bergerak progresif lagi agar UKM terbantu.

Pelaku UKM lainnya yang juga mitra NTB Mall menyampikan hal yang sama. UKM kuliner ini mengemukakan, sejak lama menjadi mitra NTB Mall, belakangan ini penjualan produknya di NTB Mall tidak sebesar harapannya. Apalagi dengan adanya NTB Mall di IC.

NTB Mall menurutnya belum bisa diharapkan, dengan kondisi penjualan produk UMKM yang sangat minim. “Produk saya berhubungan dengan kuliner yang masa kedaluarsanya terbatas. Sejauh ini, tidak ada penjualan di NTB Mall yang sekarang,” katanya. Jika sebelumnya, produk yang dititip di NTB Mall terbayar sepekan sekali. Setiap hari Senin, selalu ada notifikasi pembayaran yang dikirimkan NTB Mall.

“Sekarang ndak ada sama sekali dari NTB Mall. Kalau dibilang orang ndak minat, justru banyak sekali yang nyarinya malah langsung ke tempat saya. Ndak tau customer itu dapat informasi produk saya dari mana. Makanya tidak bisa dibandingkan NTB Mall dengan penjualan kita langsung,” terangnya.

“Sehingga saya mempunyai pikiran negatif dengan NTB Mall. Mungkin karena tidak ada target. Tapi kita tetap berterimakasih. NTB Mall ini kita harapkan jadi tempat promosi produk kita saja. Kalau mengandalkan hasil penjualan dari NTB Mall di Islamic Center sekarang, kita tidak bisa apa – apa,” demikian diungkapkan.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq. Nelly Yuniarti sebagai OPD pengampu NTB Mall sebelumnya mengemukakan, memberikan perhatian lebih kepada NTB Mall untuk memasarkan produk-produk UMKM NTB. Sehingga diperjuuangkan NTB Mall pindah dari outlet di sisi timur Kantor Dinas Perdagangan Provinsi NTB menjadi ke IC yang dimanfaatkan sejak triwulan III tahun 2023 lalu.

“Fungsi NTB Mall itu selain sebagai inkubasi, selain sebagai promosi perdagangan juga sebagai coaching atau tempat berlatihnya masyarakat kita. Silahkan. Sehingga ini nantinya menjadi pusat sentra ekonomi masyarakat untuk belajar baik itu pemasaran, produksi dan lainnya,” tandasnya.

Pengelola NTB Mall, Kepala Balai Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Daerah (BP3UD), Lalu Afghan Muharor, ST., M.Ak menyampaikan, fokus NTB Mall saat ini adalah memeratakan penjualan terhadap seluruh produk UMKM yang ada di NTB Mall. Saat ini terdapat sebanyak 230 UMKM yang terdaftar di NTB Mall. Tahun 2023 lalu, sebanyak 160 UMKM yang terjual produknya di NTB Mall. Tahun ini naik menjadi 200 lebih UMKM yang produknya terjual.

“Secara penjualan produk UMKM, jumlahnya naik. Karena target kita adalah pemerataan penjualan. Tidak terfokus pada penjualan tertinggi beberapa brand produk,” ujarnya. Sejak Januari hingga saat ini, omzet NTB Mall sebesar Rp320 juta. Terjadinya penurunan penjualan bisa jadi dipengaruhi karena momentum awal tahun,dimana belanja-belanja pemerintah belum masif turun.

Kan memang tidak bisa dipungkiri kami masih banyak bergantung pada entitas pemerintah. Dan kita ketahui bersama, sejak periode Januari- Februari kegiatan pemerintah belum banyak. Pangsa pasar kita adalah pemerintah,” demikian Afghan. (bul)