Saksi Sebut Aliran Dana Korupsi Dishub ke Kadis

0

Mataram (Suara NTB) – Faridah selaku Kasubag keuangan dan perencanaan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Dompu tahun 2017 mengaku adanya permintaan sejumlah uang yang dilakukan Kepala Dinas (Kadishub) untuk kepentingan pribadinya. “Jadi, berdasarkan penyampaian yang dilakukan oleh Musmulyadin selaku bendahara ada uang yang diminta Kadis untuk kepentingan pribadi dengan jumlah yang bervariasi,” aku saksi saat dihadirkan di persidangan, Kamis, 21 Maret 2024.

Permintaan uang itupun dilakukan oleh Kadis di luar DIPA anggaran yang ditetapkan sebelumnya. Uang itupun berkisar mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta untuk kebutuhan pribadi di luar Kedinasan. “Uang itu salah satunya digunakan untuk membeli sepeda Kepala dinas termasuk pembiayaan akomodasi saat menghadiri resepsi pernikahan anak mantan Bupati Dompu ke KSB,” ucapnya.

Terkait permintaan uang oleh Kadis, dia mengaku sudah mengingatkan bendahara Musmulyadin (terdakwa) untuk tidak menuruti permintaan itu. Namun pengakuan dari bendahara tidak bisa menolaknya karena itu sifatnya perintah untuk dilaksanakan. “Saya sudah tegur untuk tidak menuruti permintaan itu, tetapi karena itu perintah dari atasan tidak bisa menolak permintaan itu,” ucapnya.

Banyaknya permintaan yang dilakukan Kepala Dinas, sehingga anggaran yang ada di Dinas Perhubungan terkuras. Sehingga untuk mengakali permintaan tersebut, sejumlah surat pertanggung jawaban penggunaan anggaran di fiktif kan oleh terdakwa. “Jadi, untuk memenuhi permintaan Kepala dinas, sejumlah belanja Dinas difiktifkan dan mengalihkan anggaran yang ada untuk memenuhi permintaan Kepala dinas,” ucapnya.

Bahkan berdasarkan cerita dari Musmulyadin, lanjut Faridah, bendahara sempat meminjam uang ke rentenir. Hal itu dilakukan untuk pembayaran pajak yang uangnya sudah digunakan untuk kebutuhan Kepala dinas. “Jadi, sempat pinjam uang ke rentenir karena pada saat itu uang di Dinas sudah habis digunakan untuk kebutuhan kantor dan lainnya,” bebernya.

Namun pinjaman uang ke rentenir itu dirinya mengaku tidak setuju sehingga nota kosong yang disodorkan oleh bendahara tidak mau ditandatangani. Sementara untuk jumlah uang yang dipinjam tersebut, dirinya mengaku tidak mengetahui. “Saat disodorkan nota kosong saya tidak mau tanda tangan, sehingga saya minta agar  bertemu dengan Kadis,” ucapnya.

Faridah pun melanjutkan, selain permintaan uang yang dilakukan  Kadis, keluarga Kadis turut meminta uang termasuk ipar Kadis. Namun uang yang diminta tersebut hingga saat ini tidak kunjung dikembalikan, padahal uang itu merupakan uang dinas. “Jadi, tidak hanya kadis saja yang minta uang keluarganya juga minta, termasuk pengiriman uang kepada anak Kadis,” tukasnya. (ils)