Gugat Hasil Pemilu ke MK, PPP NTB Berharap Dapat Keajaiban Bisa Lolos Parlemen

0

Mataram (Suara NTB) – Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi NTB terlihat pasrah dengan penetapan hasil rekapitulasi perolehan suara pemilu 2024 oleh KPU. Dimana partai berlambang Ka’bah itu dipastikan gagal masuk Senayan karena perolehan suaranya tak berhasil melampaui ambang batas parlemen sebesar empat persen dari suara sah nasional.

Melalui Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP NTB, Muhammad Akri ketika dikonfirmasi wartawan mengaku bahwa pihaknya di daerah berharap ada keajaiban sehingga partainya bisa lolos ke parlemen. “Terkait keputusan rapat pleno KPU terhadap rekapitulasi suara pemilu 2024 ini, Mudah-mudahan ada keajaiban,” kata Akri menanggapi keputusan KPU.

Akri mengaku tidak menyangka partai yang dinaunginya tak lolos ambang batas parlemen empat persen dari suara sah secara nasional atau minimal 25 persen dari total suara sah di satu provinsi. Sampai berakhirnya pleno rekapitulasi suara, suara PPP mentok di angka 5.878.777 atau 3,87 persen. Artinya minus sekitar 200-an ribu lebih suara.

“Iya begitulah, Harus cari 0,22 persen atau 200 ribu lebih suara baru bisa penuhi 4 persen,” terangnya. Melihat angka itu, Akri menyatakan DPW PPP NTB tidak bisa banyak berkomentar. Sebab urusan tersebut menjadi ranah DPP PPP. Di NTB ini pihaknya telah menyumbang suara elektoral terbilang besar.

Untuk Dapil NTB II (Pulau Lombok) suara PPP tembus 173.716 suara. Raihan suara ini jauh meningkat dibanding Pemilu 2019 yang hanya di angka 60-an ribu. Bahkan PPP berada di kursi delapan besar. Belum lagi Dapil NTB I (Pulau Sumbawa) meski belum masuk tiga besar dari jumlah kursi DPR RI yang tersedia. “NTB maksimal memberikan suara. Kemudian kalau tidak masuk PT berarti urusan Dapil provinsi lain,” kata Ketua Fraksi PPP DPRD NTB itu.

Pihaknya belum mengetahui penyebab pasti. Termasuk apakah efek Pilpres atau tidak. Namun demikian, Akri lagi-lagi menegaskan urusan PT ini sepenuhnya menjadi ranah pusat. “Ini masalahnya tidak tahu ini apa efek Pilpres atau apa. Mungkin efek Pilpres bisa jadi. Tapi masih ada langkah lain. Ini ranah DPP bagaimana PT ini bisa masuk. Apakah gugat di MK atau seperti apa,” terangnya.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara nasional itu yang akan ditetapkan KPU RI pada Rabu (20/3/2024) malam ini, yang PPP tidak lolos PT tersebut mempengaruhi berubahnya konstelasi keterpilihan caleg di sejumlah Dapil. Salah satunya di Dapil NTB 2 pulau Lombok.

Diketahui Untuk Dapil II NTB perolehan PPP berada di peringkat keempat dengan total suara 173.847, sedangkan caleg suara terbanyak ditempati Ermalena dengan 52.747 suara. Tapi karena di tingkat nasional, PPP tak lolos PT, maka otomatis potensi kursi DPR RI PPP di Dapil Pulau Lombok itu melayang.

Hal yang sama dialami partai Perindo juga di dapil pualu Lombok. Maka dengan hilangnya kursinya PPP di Dapil Pulau Lombok tersebut akibat tak lolos PT, maka yang akan masuk ke menempati kursi ke 8 DPR RI di Dapil Pulau Lombok adalah PDIP yang memperoleh total suara sebanyak 134.184 suara. Dan caleg peraih suara terbanyak ditempati H Rachmat Hidayat yang memperoleh 73.679 suara. (ndi)