Draf RPJPD Loteng Difinalisasi, Pertanian dan Pariwisata Jadi Fondasi Utama Pembangunan

0

Praya (Suara NTB) – Proses pembahasan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJDP) Lombok Tengah (Loteng) periode 2025-2045 telah masuk tahap akhir. Kamis, 21 Maret 2024, Pemkab Loteng menggelar musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) khusus untuk melakukan finalisasi draf RPJPD Loteng tersebut. Sebelum nantinya draf tersebut diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng untuk dibahas dan disahkan secara bersama-sama.

Kegiatan dibuka langsung Bupati Loteng H.L. Pathul Bahri, S.IP.M.AP., dan ditutup Wabup Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., bertempat di ballroom kantor Bupati Loteng. “Musrenbang ini merupakan tahap akhir pembahasan draf RPJPD Loteng. Sebelum rancangannya diajukan ke DPRD Loteng untuk dibahas dan disahkan,” terang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Loteng, L. Wiranata, Kamis siang.

Hal ini juga sekaligus dilakukan harmonisasi serta sinkronisasi dengan RPJPD provinsi serta pusat. Pihaknya tidak ingin draf RPJPD Loteng justru bertentangan dengan RPJPD provinsi maupun pusat, karena RPJPD tersebut nantinya akan menjadi pedoman dalam penyusunan program pembangunan daerah untuk 20 tahun ke depan. Jadi siapapun yang akan menjadi kepala daerah di Loteng, acuan program pembangunan serta visi-misi yang ingin dicapai tetap harus berpegangan pada RPJPD tersebut.

Setelah ditetapkan RPJPD kemudian akan dibahas lagi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka  Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030. Yang selanjutnya akan dijadikan pedoman bagi pasangan kepala daerah pada periode tersebut dalam menyusun rencana program pembangunannya. ‘’Jadi semua pasangan calon kepala daerah yang akan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Loteng 2024 ini, visi misinya harus selaras dengan RPJMD tersebut,’’ tegasnya.

Hal itu dilakukan supaya arah pembangunan di Loteng bisa lebih terarah dan selalu selaras dengan RPJPD yang ada, meski kepala daerahnya berganti-ganti. “Visi misi kepala daerah ke depan harus selaras dengan RPJPD yang ada. Jadi program apapun yang hendak dilaksanakan oleh pasangan kepala daerah, harus diarahkan untuk mencapai target-target yang ada dalam RPJPD,” tandasnya.

Lebih lanjut Miq Wir – sapaan akrab Kepala Bapperinda Loteng ini, menjelaskan, ada dua sektor utama yang menjadi fondasi pembangunan Loteng untuk 20 tahun ke depan, yakni sektor pertanian dan pariwisata. Meski Loteng juga memiliki potensi disektor tambang. Tetapi sektor tersebut bukan menjadi prioritas untuk dikembangkan.

Kedua sektor tersebut dijadikan fondasi utama mengingat potensinya cukup besar di daerah ini. Terutama sektor pertanian yang memang selama ini menjadi tulang punggung penopang pembangunan di Loteng dan, kini akan ditambah sektor pariwisata.

Sehingga diharapkan ke depan kedua sektor utama tersebut bisa saling mengisi guna mendukung upaya pemerintah daerah dalam mencapai tujuan pembangunan yang ditetapkan dalam RPJPD Loteng itu nantinya. “Draf RPJPD Loteng ini diharapkan bisa benar-benar menggambarkan arah dan tujuan pembangunan Loteng dalam menyonsong tahun emas 2045 mendatang,” harap Wabup Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., saat menutup kegiatan musrenbang RPJPD Loteng tersebut. (kir)