Bulan Ramadhan RSJ Mutiara Sukma Fasilitasi Pasien yang Ingin Berpuasa

0

Mataram (Suara NTB) – Kepala Bidang Pelayanan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, H. Abdullah, S.Kep., Ns., M.M., menegaskan  Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma memfasilitasi pasien dalam kondisi stabil yang ingin berpuasa untuk melaksanakan puasa Ramadhan.

Fasilitasi Ramadhan ini tidak hanya berlaku kepada pasien rawat inap yang ada di RSJ saja, tetapi juga karyawan dan seluruh jajaran staf yang ada di RSJ Mutiara Sukma.

“Baik pasiennya, karyawannya semua kita fasilitasi, baik untuk sahur dan berbuka puasa, jam nya, dia dibangunin. Untuk aktivitas keseharian seperti salat itu sudah di ruangan, salat berjamaah,” katanya pada Kamis, 21 Maret 2024.

Diketahui, ada beberapa pasien RSJ Mutiara Sukma yang ikut melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, namun terkait dengan jumlah total pasien puasa di RSJ Mutiara Sukma, Abdullah mengaku bahwa untuk total pasien berpuasa tidak bisa diketahui secara pasti, karena terkadang meski pasien berada dalam fase stabil ada juga pasien yang tidak ingin berpuasa, sehingga pihak rumah sakit membebaskan pasien terkait dengan puasa Ramadhan ini.

“Dari pasiennya, biasanya pasiennya ditawarkan juga untuk puasa. Kalau pasiennya bilang Pak saya pengen puasa ke dokternya, nanti dokternya biasanya kalau memang sudah diperkenankan dan sudah enak kondisinya bisa diperkenankan untuk puasa, dan teman-teman perawat biasanya memfasilitasi yang ada di ruangan, mengakomodir didaftarkan untuk sahur,” ujarnya.

Terkait dengan pelayanan yang diberikan Rumah Sakit kepada pasien, Abdullah mengatakan bahwa pelayanan di RSJ di bulan puasa ini sama seperti bulan biasa, hal ini karena biasanya pasien rawat inap ataupun jalan di RSJ merupakan pasien yang kronis, sehingga membutuhkan konsumsi obat secara rutin.

“Pelayanannya tetap ya, walaupun bulan puasa dari karyawan tetap mengutamakan kualitas pelayanan yang baik, untuk pasien rawat inap yang kondisi akut ada uzur harus mengkonsumsi obat. Rata-rata di fase akut tidak ada yang puasa,” ungkapnya.

Kemudian, mengenai jumlah kunjungan pasien rawat jalan di RSJ Mutiara Sukma, pada minggu pertama bulan puasa, kunjungan di RSJ Mutiara Sukma cukup tinggi. Tercatat bahwa di minggu pertama, kunjungan mencapai 1.040 pasien, yang mana bila dirata-ratakan, per hari ada sekitar 300-an lebih pasien yang dilayani dan ditangani di Poliklinik RSJ ini.

Abdullah mengatakan bahwa alasan mengapa kunjungan pasien di minggu awal Ramadhan cukup tinggi, hal ini karena sebelumnya ada jeda yang mana RSJ tutup karena libur selama 4 hari. “Jadi rata-rata di RSJ kita layani sekitar 300, 350, 330, nah karena di awal itu ada senggang libur, sehingga agak tinggi di awal dan sudah mulai stabil sekarang di minggu kedua,” ungkapnya. (era)