26 Mahasiswa dan Dosen Temasek Polytechnic Singapura Kunjungi SMAN 1 Kayangan

0

Mataram (Suara NTB) –  Sejumlah mahasiswa dan dosen dari salah satu kampus terbaik di Singapura berkunjung ke SMAN 1 Kayangan, pada Rabu, 20 Maret 2024. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka kegiatan proyek sosial antara mahasiswa Temasek Polytechnic, Singapura dengan Siswa SMAN 1 Kayangan. Proyek sosial ini telah dirancang dan dikoordinasikan oleh kedua belah pihak sejak Desember 2023 lalu, dan kini akan diimplementasikan bersama melalui berbagai aktivitas yang akan berlangsung selama 10 hari ke depan.

Rombongan tiba pada pukul 14.30 Wita dan disambut meriah oleh keluarga besar SMAN 1 Kayangan dengan iringan musik tradisional khas Kayangan, Lombok Utara yakni Tari Sireh dan Cupak Gurantang. Kepala SMAN 1 Kayangan, Moch. Fatkoer Rohman, M.Pd. mengalungkan selempang kepada ketua dan asisten ketua rombongan sebagai simbol penerimaan dan ungkapan selamat datang. Rombongan kemudian diiring dari jalan raya melalui gerbang sekolah menuju ke ruang Lab untuk melaksanakan acara penyambutan secara seremonial.

Setiba di ruang Lab, tamu kemudian disuguhkan dengan petunjukan Tari Pendet, sebuah tarian sambutan khas Bali yang dipersembahkan oleh dua orag siswi SMAN 1 Kayangan. Keramahan, keapikan dan keelokan gerakan kedua siswi tersebut berhasil mencuri atensi tamu yang hadir.

Setelah itu, kepala sekolah menyampaikan kata-kata sambutan sebagai ungkapan penerimaan dan selamat datang, serta harapan. Lalu, Pengawas Pembina, Moh Hakam Yamin, M.Pd. pun turut menyampaikan sepatah dua patah kata berbahasa Inggris yang dibaur dengan Bahasa Indonesia untuk menggenapi keramahan dalam menyambut kedatangan mahasiswa dan dosen Temasek Polytechnic tersebut.

Atas sambutan yang meriah dan hangat ini, Ketua rombongan Temasek Polytechnic, menyatakan bahwa mereka sangat terkesan, apalagi setelah mengetahui bahwa tarian-tarian yang dipertunjukan pada acara penyambutan tersebut memiliki makna untuk mendoakan tamu agar senantiasa sehat dan selamat saat kegiatan berlangsung hingga kembali ke tempat asal.

Acara seremonial kemudian ditutup dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama oleh panitia. Merasa tak cukup hanya difoto panitia, untuk mengabadikan momen tersebut, siswa SMAN Kayangan dan Mahasiswa Temasek Polytechnic saling mengajak untuk berswafoto sehingga terbangun keakraban dan interaksi satu sama lain.

Interaksi dan perkenalanpun berlangsung secara natural hingga di luar ruangan, yakni saat mereka berkeliling di sekitar lingkungan sekolah dan berkeliling menuju pasar kuliner di Rest Area Kayangan.

“Meskipun Mahasiswa Polytechnic notabenenya menggungakan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi, akan tetapi hal ini tidak menjadi hambatan bagi siswa SMAN 1 Kayangan dalam berinteraksi dan memperkenalkan berbagai produk jajanan tradisional yang dijajakan di pasar kuliner tersebut. Sehingga sejumlah mahasiswa Temasek Polytechnic pun merasa tertarik untuk mencicipi bahkan membeli berbagai jenis jajanan untuk dijadikan sebagai oleh-oleh,” ujar Fatkoer.

Moch. Fatkoer berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan antara siswa dan siswii SMAN 1 Kayangan dan mahasiswa Temasek Polytechnic. Namun juga untuk mempererat tali persahabatan antar pelajar kedua negara.

“Kami berharap kunjungan ini akan memberikan pengalaman berharga dan meningkatkan pemahaman antarbudaya di antara kedua belah pihak, terlebih untuk membangun karakter berkebinekaan global siswa-siswi SMAN 1 Kayangan,” harapnya. (ron)