Depan Taman Budaya Selama Ramadhan, Jadi ’’Destinasi’’ Berburu Takjil

0

Mataram (Suara NTB) – Berburu takjil di bulan Ramadhan menjadi salah satu kegiatan yang akan selalu dirindukan oleh masyarakat. Tak heran, berbagai tempat dan jalanan mendadak menjadi pasar rakyat yang digandrungi masyarakat untuk berburu takjil. Salah satunya, jalan di depan Taman Budaya yang diramaikan oleh berbagai macam lapak takjil, dari gorengan, buah-buahan, hingga berbagai jenis es.

Di bulan Ramadhan, para pedagang yang menyewa lapak di depan Taman Budaya sudah mulai bersiap-siap dari jam 14.00 – 15.00 WITA. Setiap sore di bulan Ramadhan jalanan depan Taman Budaya menjadi sangat ramai, dipenuhi oleh lautan manusia yang sedang berburu takjil. Hal ini juga disebabkan masyarakat memiliki beragam pilihan makanan dengan harga yang sangat murah.

Toni, salah seorang penjual roti srikaya, roti kukus, dan minuman jelly mengatakan bahwa makanan yang paling laris dijual adalah roti srikaya. Ia membawa 51 box roti yang dapat menghasilkan 306 porsi yang dijual 10.000 – 12.000 per porsi. Makanan manis memang menjadi salah satu  pilihan yang paling banyak digemari. “Kalau di sini best seller-nya roti srikaya,” ucapnya, Rabu 20 Maret 2024

Eval, salah satu penjual es susu jeli menceritakan bahwa masyarakat mulai memadati pasar rakyat itu mulai dari jam 16.30 – 18.00 WITA. “Ya, biasanya paling ramai itu jam segini sampai jam 6 lah,” ujarnya.

Eval menjual 34 cup es yang selalu habis selama bulan Ramadhan. “Ya, selalu habis akhir-akhir ini,”ucapnya.

Ia juga bercerita bahwa selera masyarakat disebabkan oleh faktor cuaca. “Tergantung cuaca sih, kalau panas ya minuman yang paling dicari. Tapi kalau hujan, biasanya makanan yang hangat yang paling dicari,” tuturnya.

Monic, pembeli roti srikaya mengatakan bahwa roti srikaya menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk berbuka puasa. “Rotinya enak, nggak terlalu manis, nggak bantet juga. Cocok aja dipakai berbuka sebelum makan yang berat-berat,” katanya.

Yuni salah satu pengunjung yang sedang berjalan mencari takjil untuk berbuka mengatakan bahwa alasannya berburu takjil di Taman Budaya karena ia penasaran mengapa jalanan itu selalu ramai oleh masyarakat. “Penasaran, apa sih yang sebenarnya bikin ramai,” katanya.

Menjelang berbuka, jalanan tersebut semakin padat. Aroma berbagai macam jenis makanan dan minuman, bunyi pluit tukang parkir, teriakan dari berbagai pedagang untuk menarik minat menjadi salah satu pengalaman yang akan dirindukan di bulan Ramadhan.

Pilihan makanan dan minuman yang lengkap juga menjadi salah satu faktor masyarakat memenuhi jalanan Taman Budaya tersebut. “Pilihan makanannya banyak, jadi ke sini,” kata Davina saat ditanya mengapa memilih berburu takjil di depan Taman Budaya. (glo)