Animo Berumrah saat Ramadhan Meningkat Signifikan

0

Mataram (Suara NTB) – Animo melaksanakan ibadah umrah saat bulan Ramadhan meningkat signifikan. Hal ini dipengaruhi keyakinan umat muslim untuk mendapatkan kelebihan ibadah haji kecil saat bulan suci. Sekretaris Persatuan Travel Umrah dan Haji (Patuh) Provinsi NTB, Zamroni mengatakan, jika dibanding bulan – bulan biasa, animo umrah saat bulan Ramadhan ini meningkat signifikan hingga 50 persen lebih.

Meskipun, peningkatan animo umrah pada bulan puasa 1445H/2024 ini masih lebih tinggi dari animo umrah saat puasa tahun lalu (2023). “Kalau tahun lalu, peningkatannya sampai 100 persen. Karena tahun lalu agak dilonggarkan setelah masa pandemi covid-19 tidak Makkah ditutup oleh Kerajaan Arab Saudi,” ujar Zamroni di Mataram, Rabu, 20 Maret 2024.

Owner PT. Amantubillah Travel Haji dan Umrah ini mengatakan, peningkatan minat berumah ini dipengaruhi beberapa hal. Diantaranya, selain mengejar bulan mulia, kegiatan ibadah di tanah suci pada bulan Ramadhan sangat padat. Seluruh ummat muslim di dunia ingin mengejar momentum ini untuk mengejar pahala ibadah sebanyak-banyaknya.

Pada bagian lain, tingginya animo ummat muslim berumrah saat puasa ini juga diikuti kenaikan biaya-biaya perjalanan melaksanakan ibadah umrah. Biaya-biaya ini naik umumnya karena kenaikan biaya yang berlaku di Arab Saudi. Kenaikan biaya ini dipengaruhi oleh momentum yang terdiri dari, 10 hari awal Ramadhan, 10 hari pertengahan Ramadhan, dan 10 hari akhir Ramadhan.

“Dan kenaikan biaya umrah paling tinggi di 10 hari terakhir Ramadhan. Karena selain ada malam spesial lailatul qadar, jemaah juga mengejar hari raya Idul Fitri di tanah suci. Ummat muslim se dunia ingin rata-rata ingin mengejar kesempatan ini. Karena umrah saat puasa sama halnya melaksanakan ibadah haji,” imbuhnya.

Zamroni mengatakan, jika pada bulan-bulan biasa, biaya umrah di angka Rp30an juta, saat Ramadhan mengalami kenaikan hingga Rp50 juta. Kenaikan biaya umrah ini terutama karena kenaikan tarif hotel sebagai komponen terbesar. Termasuk biaya-biaya pendukung lainnya.

“Saat haji visa yang diterbitkan 3 juta, saat umrah Ramadhan visa yang diterbitkan pemerintah Arab Saudi menjadi 6 juta. Sehingga sangat wajar komponen biaya umrah berdampak secara bisnis di Arab Saudi,” tambahnya.

Zamroni lebih jauh mengemukakan, di tengah tingginya animo berumrah saat Ramadhan ini, calon jemaah juga mesti berhati-hati memilih travel umrah. Agar niat beribadahnya di tanah suci di bulan suci dapat dilaksanakan.

Beberapa hal yang penting diperhatikkan oleh calon jemaah diantaranya. Pastikan legalitas travel umrahnya dengan 5 pasti. Pastikan travel umrahnya resmi. Pastikan jadwal pemberangkatannya. Pastikan jadwal terbangnya. Pastikan hotel tempat menginapnya. Dan pastikan visanya diterbitkan. “Jangan tergiur ongkos murah. Kalau bulan Ramadhan ada travel yang menawarkan ongkos di bawah Rp35 juta, hati-hati saja,” ujarnya.

Calon jemaah juga dapat melakukan pengecekan travel umrah tersebut diaplikasi Umrah Cerdas yang dapat diunduh di Play Store. “Di aplikasi tinggal masukkan nama travelnya, kalau travel umrah resmi akan muncul nama perusahannya,” demikian Zamroni. (bul)