Aliansi Rakyat NTB Tuntut Optimalisasi Penyaluran Pupuk Subsidi

0

Mataram (Suara NTB) – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat NTB menggugat melaksanakan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat pada Rabu, 20 Maret 2024.

Dalam aksinya, aliansi mahasiswa ini membawa 3 tuntutan kepada pemerintah provinsi NTB diantaranya adalah mendesak pemprov untuk membuat peraturan gubernur tentang penetapan harga komoditi, meminta pemprov menghentikan perampasan lahan dan wujudkan reforma agraria, serta mendesak pemprov agar melakukan optimalisasi penyaluran pupuk subsidi agar sesuai dengan target atau tepat sasaran.

Unjuk rasa ini berlangsung selama lebih dari 2 jam. Dalam aksi ini, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi rakyat NTB ini dinilai kurang kondusif meski sudah dikawal oleh ketat oleh kepolisian.  Aksi unjuk rasa pada Rabu, 20 Maret 2024 ini dinilai kurang kondusif. Sebab, beberapa kali massa memaksa menerobos masuk kedalam kantor gubernur dan terjadi aksi saling dorong mendorong antara kepolisian dan massa. Kepolisian juga beberapa kali mengingatkan massa untuk tidak berlaku anarkis.

Kemudian, aksi tidak kondusif ini berhenti ketika PJ Asisten 3 Sekda Provinsi NTB, H. Wirawan datang dan menanggapi gugatan massa ini. Wirawan mengatakan bahwa pihaknya akan menampung dan menyampaikan 3 tuntutan massa ini dan akan dibawa ke forum yang lebih tinggi untuk di diskusikan bersama jajaran pemerintah provinsi.

“Penuh kehormatan kedatangan adik-adik sekalian, apa yang dilakukan oleh adik-adik adalah untuk kepedulian bentuk implementasi hak konstitusi teman-teman sekalian, dalam rangka menyampaikan aspirasi, pada hari ini kami sudah mencatat, merekam apa yang akan disampaikan, dan kami bertanggung jawab dalam menyampaikan kedalam forum yang lebih tinggi, rapat koordinasi pimpinan OPD dan juga nanti kami akan melapor kepada Pj. Sekda dan juga kepada Pj. Gubernur Provinsi NTB,” ungkapnya.

Selanjutnya, terkait dengan tiga tuntutan Aliansi mahasiswa tersebut, Wirawan mengatakan bahwa di Quarter pertama tahun 2024 ini, meski harga bahan pokok melonjak tinggi, tetapi angka inflasi di NTB mengalami penurunan khususnya di bulan Februari.

“Spesifik ada tiga hal yang harus di pertanggung jawabkan, yang pertama adalah angka inflasi, yang kedua stunting dan ketiga kemiskinan ekstrim, alhamdulillah berkat kerja keras, berkat kolaborasi dengan semua pihak, pemerintah, masyarakat, berusaha angka inflasi di pemprov NTB untuk bulan februari terus menunjukkan penurunan, dan alhamdulillah hampir sama dengan rata-rata nasional,” ujarnya. (era)