Diduga Sediakan Layanan Pijat Plus, Pemda akan Bekukan Izin Usaha Spa di Senggigi

0

Giri Menang (Suara NTB) – Praktik prostitusi atau pijat plus-plus di salah satu Spa di Senggigi, Kecamatan Batulayar dibongkar pihak Polres Lombok Barat (Lobar). Dua terduga mucikari pun turut diamankan. Pihak Pemkab Lobar pun akan menindaklanjuti temuan kepolisan ini, di mana izin dari usaha Spa tersebut bisa dibekukan sementara.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kasat Pol PP Lobar, Baiq Yeni S Ekawati mengatakan jika memang ada tempat Spa yang ketahuan menyediakan praktik prostitusi, maka, bisa saja tempatnya ditutup dan izinnya akan dibekukan sementara. “Kalau ketahuan, sementara (bisa saja ditutup) sambil menunggu hasil (penyelidikan) dari kepolisian,” ujarnya, Selasa, 19 Maret 2024.

Sementara itu Kapolres Lobar AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi mengatakan, pihaknya megungkap kasus prostitusi di sebuah Spa. “TKPnya di Batulayar, jadi prostitusi ini adalah prostitusi yang berkedok spa,” ungkap Kapolres Lobar, Selasa, 19 Maret 2024.

Dijelaskan, ketika terjadi penggerebekan saat itu tengah ada pelanggan, sehingga pihak kepolisian juga turut mengamankan barang bukti berupa seprei, kondom dan uang tunai Rp550 ribu. Penggerebekan ini pun diakuinya berawal dari laporan masyarakat. Kemudian pihaknya melakukan penyelidikan. “Penangkapan prostitusi itu pastinya sedang ada dua orang yang sedang melaksanakan perbuatan cabul yang tidak sesuai (dengan norma dan hukum),” bebernya.

Terkait dengan pelibatan anak di bawah umur, hingga sistem pemesanan dan tarif yang dipatok oleh mucikari dalam praktik prostitusi tersebut, saat ini masih didalami kepolisian.”Kalau kita katakan spa, biasanya pelanggan datang ke situ. Sampai di dalam, ada nego antara si pelanggan dengan si penyedia dan kalau sepakat bisa, ya terjadi lah prostitusi tersebut,” jelas dia.

Ia juga mengakui, saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan. Untuk dapat mengetahui dan memastikan sudah berapa lama praktik prostitusi berkedok spa tersebut beroperasi di wilayah Kecamatan Batulayar. “Perlu penyelidikan lebih lanjut, termasuk soal izinnya karena rata-rata spa di wilayah Kecamatan Batulayar itu memiliki izin spa,” imbuh dia.

Terlebih, kata dia, wilayah Kecamatan Batulayar merupakan kawasan wisata juga, sehingga kebutuhan untuk spa atau pijat tradisional pun menjadi salah satu jualan pariwisata dan terkait perizinan, dia mengatakan itu merupakan ranah pemerintah daerah. Jika terduga mucikari tersebut terbukti bersalah, maka akan dikenakan dengan pasal 295, 296, 297, 506 dan pasal 284 KUHP. (her)