Bawaslu Mataram Bersiap Hadapi Sengketa Pemilu di MK

0

Mataram (Suara NTB) – Rekapitulasi perolehan suara nasional ditarget tuntas sampai dengan tanggal 20 Maret. Setelah itu peserta pemilu diberikan kesempatan untuk melakukan sengketa hasil Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk itu Bawaslu Kota Mataram mulai mempersiapkan diri dalam menghadapi potensi sengketa hasil Pemilu 2024 di MK tersebut.

Berdasarkan hasil serapan, diprediksi akan ada sekitar lebih dari empat gugatan yang akan dilayangkan oleh peserta pemilu di wilayah Kota Mataram ke MK. Namun kepastiannya nanti akan diumumkan oleh MK sendiri setelah gugatan tersebut diregistrasi.

“Informasihnya Kota Mataram juga akan ada PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) dari peserta pemilu, partai politik mana saja nanti kita lihat terkait dengan aduan. Apakah nanti aduan itu di register atau tidak kita tunggu dari keputusan dari MK,” ucap Ketua Bawaslu Kota Mataram, Muhammad Yusril.

Melihat ada potensi sengketa ke MK untuk Kota Mataram itu, maka Bawaslu dari sekarang mulai mempersiapkan diri. Pasalnya dalam sengketa di MK itu Bawaslu sendiri turut menjadi pihak terkait yang akan memberikan keterangan terkait dengan hasil pengawasan atas objek sengketa.

Persiapan yang dilakukan Bawaslu sendiri yakni menginventarisir dokumen-dokumen hasil pengawasan di setiap jenjang. Mulai dari hasil pengawasan pengawas TPS, pengawas kelurahan, sampai pengawas Kecamatan. Inventarisir hasil pengawasan tersebut sebagai bahan keterangan tertulis demi menghadapi persidangan di MK nanti.

“Kita melakukan perapihan dokumen terkait form A mulai dari tingkat TPS yaitu 1248 TPS. Selain itu kami juga yang kedua merapikan terkait dengan form C salinan dan ketiga form C hasil dan catatan catatan kejadian baik di tingkat TPS maupun ditingkat kecamatan, hingga kejadian khusus saat pleno agar mulai disiapkan oleh semua jajaran kami,” ujar Yusril.

Yusril mengaku, bahan-bahan yang sudah disiapkan harus dipisahkan berdasarkan tahapan dan secara berjenjang. Mulai dari TPS, kecamatan, hingga pleno tingkat kota. Hal ini ditujukan untuk mempermudah dalam pencarian data dan merapikan saat sidang di MK.  “Dan, perbedaan C-Hasil ini di setiap tahapan agar tidak terjadinya pergeseran suara baik antar partai maupun sesama internal partai. Ini yang harus dicermati dengan baik,” kata Yusril.

Sementara itu ditempat yang sama, Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang mengaku bersyukur pelaksanan pileg 2024 di wilayahnya berjalan kondusif. Hal ini lantaran Tim Terpadu di Kota Mataram 2024, bekerja sangat guyub dan rukun dalam mengawal pemilu 2024. “Insya Allah, kinerja Tim Terpadu ini akan terus kita pertahankan hingga saat pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang juga tinggal menghitung hari pelaksanaanya,” tandas Martawang. (ndi)