IWAPI Siapkan Beras Fitrah di Bawah Harga Pasar

0

Mataram (Suara NTB) – Para pengusaha perempuan yang tergabung di Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB menangkap peluang untuk beras fitrah. Meski baru beberapa hari puasa, permintaan beras untuk zakat fitrah animonya tinggi.

Para pengusaha perempuan melirik ada peluang usaha di bulan Ramadhan, tidak hanya pada kuliner. Bulan Ramadhan yang datang satu tahun sekali memberikan banyak berkah bagi umat muslim. Selama bulan suci ini, umat muslim diwajibkan untuk membayar zakat fitrah yang harus dibayarkan dengan 2,5 kg atau setara dengan 3,5 liter beras.

“Sekarang ini kita tahu peluang menjual beras fitrah ini luar biasa meningkat.  teman-teman pengusaha yang berbisnis di beras dapat pesanan banyak,” ujar Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) NTB, Hj. Baiq Ratu Diyah Ganefi, Senin, 18 Maret 2024.

Peningkatan pesanan akan beras di para pengusaha beras tidak hanya dirasakan di Pulau Lombok saja bahkan hingga Pulau Sumbawa. Biasanya di Ramadhan beras permintaan beras akan banyak, tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi saja, tetapi sebagai zakat fitrah dalam bentuk beras.

“Iya fitrah ini luar biasa sekali (meningkat permintaan ,red) meskipun habis Pemilu. Hari ini saja teman-teman banyak sekali pesanan untuk beras,” tuturnya. Beras yang dijual pun bukan beras dari luar, melain beras lokal. Mengingat beberapa wilayah di NTB sudah mulai panen, sehingga ketersediaannya cukup dan harganya jauh lebih murah.

Namun kualitasnya tentunya tidak murahan. Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu harga beras cukup tinggi tembus hingga Rp17.000/kg

“Berasnya lokal, kita tidak ada beras luar. Sekarang harga beras sudah mulai turun kisaran Rp14.500/kg sampai Rp15.000/kg. Kita menjual dengan harga di bawah harga pasar, karena sudah panen,” ungkapnya.

Disisi lain, untuk bisnis kuliner selama Ramadhan terus berjalan. Beberapa pengusaha Perempuan di bidang kuliner banyak mengikuti kegiatan bazar yang diselenggarakan. Baik bazar dari pemerintahan maupun non pemerintahan. “Seperti hari ini ada khazanah Ramadhan, ada juga kemarin ikut pasar murah. Pada prinsipnya kita para pengusaha perempuan dimanapun ada kegiatan, ada peluang, terutama kuliner. Kita manfaatkan untuk itu,” jelasnya. (bul)