Imbas UU Omnibus Law, UMKM Jadi Turun Kelas

0

Mataram (Suara NTB) – Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) banyak turun kelas dengan terbitnya PP 7 tahun 2021 UMKM, turunan dari Undang-undang Cipta Kerja. Turun kelas UMKM ini terutama pengaruh dari indikator besaran modal yang dikelola.

Salah satu misalnya, UMKM kriteria kecil ketentuan besaran modal usahanya Rp5 miliar, tidak termasuk bangunan tempat usaha dan tanah. Sebelumnya, kriteria UMKM kecil ini terpenuhi jika modal usahanya Rp50 juta sampai Rp500 juta.

“Dengan PP 7 tahun 2021 (UU omnibus law, red) Banyak UMKM kita yang dulunya kecil, karena terkena aset permodalan yang ditentukan itu jadi turun menjadi mikro. Ada kriterianya di sana, omsetnya ditentukan dan cukup tinggi,” ujar Kabid Pembinaan UKM, Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Baiq Yanuarlita Lestari, Senin, 18 Maret 2024.

Untuk itu, pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tengah mencarikan solusi agar kelas UMKM ini dapat disesuaikan dengan standar daerah. Sehingga UMKM tetap bisa naik kelas. Hal ini menjadi pembahasan pemerintah daerah di NTB. Tidak saja eksekutif, demikian juga legislatif. Mengingat, pemerintah daerah sangat bersemangat mendorong UMKM naik kelas.

“Jadi sedang diupayakan dari Kementerian juga sudah, standarnya tidak hanya dari sana saja. Tetapi belum diatur lagi. Ini menjadi pembahasan kita, karena mau ada perubahan di Perda tentang koperasi dan UMKM, kita mau coba sesuaikan dengan standar daerah,” terangnya.

Lebih lanjut dikemukakan, dengan turun kelasnya UMKM ini, akan berdampak kepada penilaian terhadap UMKM. misalnya, penilaian lembaga keuangan tentu akan mempertimbangkan kelas UMKM yang akan dibiayai.

“Sebenarnya belum kelihatan dampaknya. Untuk KUR (kredit usaha rakyat) saja hanya NIB (nomor induk berusaha) saja. Kalau pinjaman di Bank, nanti dia analisa sendiri berapa UMKM dapat pinjaman. Dan kita kesulitan untuk mendatanya UMKM ini, mana mikro, kecil dan menengah,” ucapnya.

Diketahui, saat ini jumlah UMKM di NTB sebanyak 123 ribu. Jumlah tersebut merupakan data secara keseluruhan dari kabupaten/kota NTB. Setiap tahunnya jumlah UMKM terus bertambah. Terutama UMKM yang bergerak di bidang kuliner. (bul)