Ellya Alwaini Atur Pemenang Proyek di Pemkot Bima

0

Mataram (Suara NTB) – Mulyono selaku Direktur PT Amanat Semesta mengaku menerima arahan dari Eliya Alwaini untuk tidak mengikuti proses lelang di proyek pembangunan gedung perpustakaan senilai Rp9,7 miliar. “Waktu itu saya diminta oleh Eliya untuk mundur (dari proyek perpustakaan daerah) karena sudah ada yang mengerjakan proyek itu,” ucapnya di hadapan majelis hakim, Senin, 18 Maret 2024.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) selanjutnya membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Mulyono. “Om jangan masuk ini karena sudah ada yang punya proyek ini,” bunyi BAP Mulyono menirukan apa yang disampaikan oleh Eliya. “Jadi, saat Eliya meminta saya untuk mundur di proyek itu didampingi oleh Muhammad Lutfi di rumah dinas Walikota Bima,” ucapnya.

Mulyono pun mengamini ucapan Eliya Alwaini dengan tidak mengikuti proses lelang tersebut. Namun, tidak berselang lama dia dijanjikan akan mendapatkan proyek pembangunan puskesmas Kumbe senilai Rp8,6 miliar. “Pengerjaan proyek tahun 2021  (pembangunan Puskesmas  Kumbe) saya menggunakan PT Adimas Jaya Perkasa setelah menerima arahan dari Eliya,” sebutnya.

Setelah mengerjakan proyek puskesmas, Baba Ngeng didatangi orang suruhan Eliya bernama Abdul Malik sebanyak dua kali. Ada yang melalui sambungan telepon sebanyak satu kali dan didatangi langsung satu kali yang berkaitan dengan permintaan uang. “Iya, saya dihubungi dan didatangi Abdul Malik untuk meminta fee proyek dengan kata-kata “Babah, saya disuruh Umi Eli minta (uang),” kata Baba Ngeng dalam BAP-nya.

Permintaan istri Lutfi tersebut tidak diberikan Mulyono, karena dia menganggap bahwa Eliya bukanlah pejabat atau seseorang yang memiliki kekuasaan. Pria yang berprofesi sebagai kontraktor sejak 20 tahun lalu ini mengaku mengenal Muhammad Makdis. “Yang saya tahu dia (Makdis) itu pengusaha atau kontraktor. Namun Makdis sebenarnya bukanlah kontraktor murni. Karena beberapa proyek di Kota Bima dikerjakan dengan meminjam bendera,” tukasnya. (ils)