Kakak Muhammad Maqdis Akui Kerjakan Proyek Rp1,4 Miliar

0

Mataram (Suara NTB) – Jamal Abdul Naser yang merupakan kakak dari Muhammad Maqdis mengaku mendapatkan proyek senilai Rp1,4 miliar di lingkup Pemkot Bima tahun 2019 untuk pengadaan lampu jalan. “Jadi, paket pekerjaan itu saya dapatkan setelah mengikuti proses lelang yang diikuti sekitar 18 perusahaan yang melakukan penawaran,” akunya saat memberikan kesaksian, Jumat 8 maret 2024.

Dia pun tidak menampik, perusahaan yang digunakan untuk melaksanakan proyek tersebut dilakukan dengan pinjam bendera milik CV Cahaya Berlian. Di pelaksanaan proyek itu dia turut melibatkan Muhammad Maqdis. “Saya tidak mendapatkan pekerjaan dari Muhammad Maqdis, melainkan saya mengikuti proses lelang secara resmi,” sebutnya.

Bahkan di proses pencairan termin untuk pelaksanaan proyek itu dilaksanakan sendiri. Yakni untuk termin pertama sebesar Rp384 juta dan termin kedua sebesar Rp866 juta. “Uang termin pertama saya gunakan untuk membeli lampu dari toko Saka Agung di Sidoarjo, Jawa Timur,” ucapnya.

Namun untuk proses pembelian terhadap lampu tersebut, Jamal mengaku meminta bantuan kepada Muhammad Makdis. Hal itu dilakukan untuk efisiensi waktu, mengingat saat itu Muhammad Maqdis sedang berada di wilayah Jawa Timur. “Saya tidak beli sendiri, melainkan dipesan oleh Muhammad Maqdis, karena saat itu saya sedang berada di Sumbawa,” ucapnya.

Sementara untuk uang pencairan termin kedua senilai Rp866 juta langsung ditransfer ke rekening Nadia. Hal itu dilakukan setelah mendapat arahan dari Muhammad Maqdis dan uang itupun diakuinya untuk membayar hutang. “Dari uang itu (Rp866 juta) ada uang pembayaran barang ke Muhammad Maqdis senilai Rp400 juta untuk pembelian tiang penyangga lampu,” ucapnya.

Jamal mengaku tidak bertemu dengan orang kepercayaan Makdis, Roficho Alfiansyah. Namun saat JPU memastikan bahwa sebelum dia menandatangani kontrak proyek Rohficho lah yang membawa dokumen, dia mengaku, yang memberinya adalah Makdis. “Bukan Rohficho. Semua dokumen dibawa Makdis,” ucapnya.

Penasihat hukum Muhammad Lutfi, Abdul Hanan menanyakan apakah dirinya pernah bertemu dengan terdakwa, Jamal mengatakan tidak. Begitu juga saat disinggung apakah dirinya pernah bertemu dengan Makdis di rumah dinas Walikota Bima di Jalan Gajah Mada. “Saya tidak pernah bertemu terdakwa. Tidak pernah juga ketemu Makdis di sana (rumah dinas Wali Kota),” tukasnya. (ils)