Solusi di Tengah Cuaca Ektrem, Pertanian Semai Kering akan Terus Dikembangkan

0

Mataram (Suara NTB) – Penerapan pola tanam semai kering yang dikembangkan oleh kelompok tani Ai Amit yang ada di Desa Tapir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat dengan didukung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Ketua Kelompok Tani Ai Amit, A. Hamid menjelaskan bahwa penggunaan metode semai kering yang dilakukan memiliki beberapa keunggulan antara lain, efektif dalam penggunaan benih, mengurangi biaya tenaga kerja, hemat air, memotong rantai pola tanam, dan yang terpenting adalah pertumbuhan benih tersebut dapat dikontrol setiap saat.

Menurut Hamid, metode semai kering yang diterapkan oleh kelompok telah berhasil menurunkan biaya produksi hingga 40 persen. “Metode ini dapat menjadi solusi kami dalam menghadapi kondisi cuaca kering atau El Nino karena tidak memerlukan air yang banyak saat proses pembenihan,” ujar Hamid.

Metode pertanian semai kering benih ini pertama kali diterapkan tahun 2015, setelah petani mendapat pelatihan dari dinas pertanian dan Perkebunan provinsi NTB. seiring berjalan waktu, petani di Desa Tapir dan menyebar juga ke Desa Rempe yang mencotoh dan menerapkan pola semai kering benih padi tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Berry Arifsyah Harahap, didampingi Deputy Kepala, Winda Putri Listya yang mlakukan kunjungan lapang menegaskan bahwa pola tanam semai kering ini dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya karena keberhasilan pada proses pembenihan menjadi poin penting dalam mendorong akhir produksi tanaman padi.

Diketahui, El Nino umumnya berdampak pada berkurangnya curah hujan. Dampak El Nino di Indonesia terasa kuat pada musim kemarau yaitu pada Bulan Juli – Agustus – September – Oktober. Oleh karena itu, perlunya meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi pada bulan-bulan tersebut.

Kedepan,  Bank Indonesia berencana melakukan peningkatan kapasitas para petani klaster Binaan BI NTB untuk mereplikasi pola semai kering benih padi. (bul)