Ribuan Hektare Lahan Pertanian di KSB Terancam Gagal Produksi

0

Taliwang (Suara NTB) – Ribuan hektar lahan pertanian padi di Kabupaten Sumbawa Barat terancam tidak akan berproduksi tahun ini. Itu disebabkan adanya ancaman gagal tanam dan panen akibat pengaruh cuaca ekstrim.

“Karena cuaca ekstrim yang terjadi beberapa bulan terakhir sebagai penyebab utama ancaman kegagalan panen itu,” sebut Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian (Distan) KSB, Idrus, Jumat, 23 Februari 2024.

Berdasarkan data sementara Distan KSB, potensi areal pertanian milik masyarakat yang terancam gagal produksi itu mencapai 4.056 hektare. Menurut Idrus, jika dilihat dari total areal tenaman padi di KSB pada musim tanam pertama ini sekitar 7.000 hektare. Jumlah tersebut sudah terbilang sangat besar.  “Kekhawatiran kami kondisi itu akan berdampak terhadap produksi beras kita (KSB),” sebutnya.

IIdrus mengatakan, pihaknya sejauh ini masih terus melalukan pendataan. Lewat petugas lapangan Distan KSB menyisir seluruh areal pertanian milik masyarakat yang kondisinya terdampak cuaca ekstrim karena curah hujan rendah.  “PPetugas lapangan kami masih terus bekerja mengumpulkan data. Mereka juga kita minta melakukan pemetaan wilayah mana saja yang terdampak cukup parah,” paparnya.

Untuk membantu petani yang lahannya terancam gagal tanam dan panen khususnya, pemerintah KSB sebenarnya sudah mengantisipasinya dengan pemberian asuransi. Hanya saja kata Idrus, ada kemungkinan tidak semua petani nantinya akan memperoleh klaim. Mengingat ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk pencairannya. “Kami juga sedang pilah-pilah yang mana memenuhi kriteria klaim,” ujarnya.

Selain tanaman padi, Idrus menyatakan, cuaca ekstrim saat ini turut mengancam lahan pertanian jagung masyarakat. Ada sekitar 7.009 hektare tanaman jagung yang terus dipantau perkembangannya oleh Distan KSB karena sejak ditanam banyak yang tidak mendapatkan pasokan air sesuai kebutuhannya karena intensitas hujan rendah.

“Tanaman jagung kita kan banyak yang tadah hujan. Itu semua terancam gagal tanan dan panen juga,” tukas Idrus seraya menjelaskan, untuk tanaman jagung sementara ini tidak terlindungi program asurasi pertanian dari pemerintah. (bug)