Kasus Dugaan Korupsi Perusda Kapoda Rawi Naik ke Tahap Penyidikan

0

Dompu (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu meningkatkan penanganan kasus dugaan korupsi pada Perusahaan Daerah (Perusda)  Kapoda Rawi Dompu per 13 Februari 2024. Peningkatan ke tahap penyidikan dari penyelidikan setelah ditemukan indikasi kerugian negara.

Kendati demikian, tim penyidik yang telah memeriksa sekitar 8 orang saksi ini masih menunggu perhitungan kerugian keuangan negara atas pengelolaan aset dan modal perusahaan sejak 2017. Hal itu disampaikan Kasi Intelijen Kejari Dompu, Joni Eko Waluyo selaku Humas Kejari Dompu, Jumat 23 februari 2024kemarin.

“Kita naikan ke tahap penyidikan dari penyelidikan sejak tanggal 13 Februari. Setelah dinaikan ke tahap penyidikan, sudah 8 orang kita periksa sebagai saksi,” ungkap Joni.

Kasus dugaan korupsi pada Perusda Kapoda  Rawi ini diselidiki sejak 2017. Perusda Kapoda Rawi ini mengelola sejumlah aset seperti SPBU Manggelewa, Wisma Praja, dan Walet di Nangadoro. Perusda Kapoda Rawi juga sempat disertakan modal untuk menstabilkan harga jagung di awal program jagung dilaksanakan di Dompu. Namun pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan hingga saat ini belum pernah disetorkan devidennya.

Bahkan pengelolaan pada bisnis SPBU Manggelewa, Perusda mengalami kerugian. Kerugian ini terjadi dari proses transaksi jual beli BBM akibat beberapa pihak tidak membayarnya. Kerugian dari transaksi penjualan BBM ini diduga mencapai miliaran selama beberapa tahun. Namun angka pastinya masih dalam proses perhitungan. (ula)