Digelar di Enam Kecamatan, Pasar Rakyat Dipastikan Mampu Tekan Harga Barang Pokok

0

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah dihadapkan dengan dua momen perayaan agama, yakni Hari Raya Nyepi dan bulan Ramadhan. Perayaan agama seperti ini akan memicu kenaikan harga barang pokok. Dinas Perdagangan Kota Mataram akan menggelar pasar rakyat di enam kecamatan diyakini mampu menekan harga barang pokok.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi pada Jumat, 23 Februari 2024 menjelaskan, pelaksanaan pasar rakyat digelar di enam kecamatan di Kota Mataram mulai 27-29 Februari dan 5-7 Maret 2024. Lokasi pasar rakyat tersebar di antaranya, halaman Kantor Lurah Kekalik Jaya Kecamatan Sekarbela, halaman Kantor Lurah Pejeruk Kecamatan Ampenan, Jalan Halmahera Kelurahan Rembiga Kecamatan Selaparang, Jalan RTH Abian Tubuh Kelurahan Abian Tubuh Kelurahan Cakra Selatan Baru Kecamatan Cakranegara, dan Lapangan Karang Genteng Kelurahan Pagutan Kecamatan Mataram. “Iya, kita sebar lokasi di enam kecamatan,” kata Nida.

Pasar rakyat ini akan melibatkan 40 retail dan distributor di Kota Mataram. Nida menegaskan, harga beras mengalami lonjakan sehingga dikoordinasikan dengan Badan Urusan Logistik (Bulog). Harga beras perkilogram Rp16-17 ribu. Selain itu, pihaknya juga akan menggandeng Bank Indonesia karena memiliki binaan seperti peternak telur yang menjual di bawah harga pasar. “Kita juga akan gandeng Dinas Pertanian karena mereka punya program pasar tani,” tambahnya.

Ia memberikan gambaran bahwa cabai rawit dan bawang merah mengalami kenaikan tetapi harganya cukup fluktuatif. Sementara, cabai merah beras dan cabai keriting masih Rp60 ribu karena banyak permintaan dari luar daerah. BI dan OPD lainnya diharapkan membawa komoditas itu dengan harga di bawah pasar supaya masyarakat menjangkau.

Nida mengakui, dua momen besar akan dihadapi pada bulan Maret yakni, perayaan Hari Raya Nyepi dan bulan Ramadhan. Pihaknya menjamin kebutuhan masyarakat terpenuh dan mampu menekan harga kenaikan harga. Ia mencontohkan penggelontoran besar SPHP di pasar tradisional oleh Bulog dinilai efektif memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog untuk menambah stok beras SPHP saat pasar rakyat. “Jadi tidak hanya di pasar tetapi masyarakat di pelosok juga dapat sehingga menjangkau. Retail sekarang juga menjual beras SPHP,” demikian kata Nida.

Ia meminta masyarakat tidak panik memenuhi kebutuhannya karena stok barang pokok dipastikan masih aman. (cem)