Banyak Fasum di Mataram Diduga Disalahgunakan

0

Mataram (Suara NTB) – Fasilitas umum (fasum) semestinya menjadi ruang publik yang dimanfaatkan bagi pejalan kaki maupun parkir kendaraan. Faktanya sangat berbeda di Kota Mataram. Fasilitas umum diduga banyak disalahgunakan untuk kepentingan bisnis atau menggelar barang dagangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin melalui Kepala Bidang Operasi dan Pengendalian, Arif Rahman menyampaikan, penegakan hukum difokuskan pada razia kendaraan serta penertiban bagi hambatan samping yang mengganggu kinerja jalan. Misalnya, aktivitas pedagang kaki lima yang berjualan sehingga mengundang pembeli datang dan memarkirkan kendaraan sehingga kapasitas lain jalan memburuk.

Penertiban menyasar pedagang di Jalan WR. Soeprapto, Majapahit, Sriwijaya, dan Brawijaya. Satu toko di Jalan Umar Maya juga diingatkan agar tidak menggunakan fasilitas parkir menjadi etalase dagangan. “Kita ada dua penegakan hukum pada pagi hari untuk kendaraan yang menggangu kinerja jalan dan pedagang yang menggunakan fasilitas publik untuk berjualan,” kata Arif dikonfirmasi pada Jumat, 23 Februari 2024.

Penegakan hukum melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja, organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dan TNI-Polri. Arif menambahkan fasilitas umum di Kota Mataram banyak disalahgunakan oleh pemilik toko atau ruko untuk menggelar dagangannya, sehingga mengganggu ketertiban. Pelanggaran ini menjadi sasaran untuk ditertibkan agar kendaraan tidak parkir di badan jalan.

Dikatakan, penertiban akan digelar secara terus menerus selama 12 bulan, kecuali pada bulan Ramadhan libur. Arif mengingatkan masyarakat tidak menggunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi mereka sehingga mengganggu arus kendaraan serta menambah kapasitas jalan yang berpotensi terjadinya kemacetan dan lain sebagainya. (cem)