Warga Bandok Terancam Dijerat Pidana Pemilu

0

Selong (Suara NTB)– Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Ada Suci Makbullah menyatakan tempat pemungutan suara (TPS) yang akan gelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) hanya di TPS 14 Lando Kecamatan Terara. Sedangkan TPS 02 Bandok Kecamatan Wanasaba dinyatakan tidak memenuhi unsur pasal PSU. Namun, warga Bandok yang diduga melakukan pelanggaran di TPS Bandok tersebut terancam bakal dijerat tindak pidana pemilu.

 

Demikian dikatakan Ada Suci Makbullah menjawab media di kantornya, Kamis 22 Februari 2024, Dia menjelaskan, mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 25 tahun 2023, pasal 80 ayat 2 menerangkan, PSU terjadi apabila bencana alam, ditemukan fakta pemilih ganda.

 

Pelaksanaan PSU ini pun tidak boleh lebih dari 10 hari setelah pungut hitung. Kalau lewat itu, maka masuk kategori kedaluwarsa. Batas akhir PSU bisa digelar adalah tanggal 24 Februari 2024, Sabtu besok.  “Lewat tanggal 24, maka tidak bisa PSU,” ungkap Uci, sapaan akrab dari pengganti Dr. Junaidi ini menegaskan.

 

Berangkat dari ketentuan pasal tersebut, maka Bandok tidak masuk memenuhi unsur. “Kasus Bandok dengan Lando ini berbeda,” sebutnya. Khusus Lando, kegiatan PSU tetap akan digelar pada Sabtu besok. Hal ini karena TPA 14 Lando ini sudah dinilai memenuhi pasal untuk digelar PSU. Di mana, ada indikasi pemilih ganda. KPU mengaku sudah melakukan cek lapangan. Sesuai juga dengan laporan dari pengawas TPS dan di KPPS sendiri.

 

Lebih lanjut soal kasus di TPS 2 Bandok, KPU mendorong untuk digelar proses dugaan pelanggaran pidana. Di mana nanti akan diusut oleh Gakkumdu. “Siapa yang melakukan tindak pidana itu menjadi Wilayah Bawaslu dan Gakkumdu yang tindaklanjuti,” imbuhnya.

 

Dugaan pelanggaran pidana dimaksud di Bandok tersebut adalah, secara faktual ada dua orang berada di luar negeri terdaftar dalam formulir C daftar hadir ditemukan tanda tangan. ‘’Jadi sesuai arahan pimpinan, diarahkan ke pidana,” ungkapnya.

 

Penegasan Uci ini berbeda dengan keterangan Koordinator Divisi Pelanggaran Data dan Informasi Bawaslu Lombok Timur, Jumaidi. Di mana, Bawaslu tegas merekomendasikan dua TPS tersebut, yakni TPS 14 Lando dan TPS 2 Bandok harus PSU.

 

Baik di TPS 14 di Desa Lando dan TPS 02 di Desa Bandok kedapatan melanggar dengan dua modus, di antaranya pemilih ganda dan juga pemilih siluman.

 

PSU di Lando sudah ditetapkan waktunya. Sedangkan untuk Bandok masih menunggu waktu. “Untuk TPS 02 di Desa Bandok hari ini sudah mulai dikoordinasikan mengenai potensi pelanggaran dan PSU ke KPU RI,” ucapnya.

 

Dituturkan, TPS 02 Bandok pada hari Minggu saran perbaikannya diberikan. Hal ini dinilai menjadi pertimbangan di KPU.

 

Modus pemilih ganda ini antara lain, ada pemilih yang sudah gunakan hak pilihnya di satu TPS lalu kembali mencoblos di TPS lainnya. Sementara yang modus siluman, pemilih yang ada di luar negeri yang ikutan memilih.

 

Jumaidi menjelaskan, pihaknya juga terus  berkoordinasi bersama KPU guna mengetahui pihak yang bertanggungjawab terhadap dugaan pelanggaran tersebut. “Walaupun misalnya nanti ada potensi atau dugaan pelanggaran pidananya, maka kita akan geser ke Gakumdu nanti kita akan bahas,” demikian. (rus)