Rayakan Hari Bahasa Ibu Internasional, Kantor Bahasa NTB Gelar Seminar Inventarisasi Kosakata Bahasa Sasambo

0

Mataram (Suara NTB) – Kantor Bahasa Provinsi NTB terus menunjukkan upaya dalam pelindungan bahasa dan sastra. Program-program yang dilaksanakan juga mendukung pengembangan literasi khususnya di NTB. Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kantor Bahasa Provinsi NTB terus mengupayakan program-program yang mendukung pelestarian kekayaan daerah yang dimiliki NTB.

Sebagai salah satu wujud upaya pelindungan bahasa dan sastra, Kantor Bahasa Provinsi NTB menyelenggarakan kegiatan Seminar Hasil Inventarisasi Kosakata Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo) dalam Rangka Memperingati Hari Bahasa Ibu. Kegiatan dilaksanakan di Aula Cilinaya, Kantor Bahasa Provinsi NTB pada Rabu, 21 Februari 2024.

Kegiatan ini dihadiri oleh 50 peserta yang berasal dari berbagai profesi, seperti awak media, tenaga pendidik, peneliti, dan anggota komunitas yang bergerak di bidang literasi dan kebahasaan. Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB, Puji Retno Hardiningtyas. “Kegiatan ini penting untuk dilakukan karena perlu diinformasikan dan dipublikasikan kepada masyarakat umum tentang alur dan hasil inventarisasi bahasa daerah yang dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi NTB pada tahun 2024,” ujar Puji Retno Hardiningtyas.

Pada kegiatan ini terdapat tiga narasumber yang menyampaikan materi. Ketiga narasumber tersebut adalah Desi Rachmawati, Rizki Gayatri, dan M. Syamsur Rijal. Para narasumber merupakan tim inventarisasi bahasa daerah di Kantor Bahasa Provinsi NTB yang turun langsung untuk menginventarisasi bahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo. Kegiatan inventarisasi dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan inventarisasi kosakata bahasa daerah menjadi tahap awal dalam pemerkayaan bahasa Indonesia melalui bahasa daerah dan pengembangan bahasa daerah. Kantor Bahasa Provinsi NTB memiliki target 1000 kosakata untuk dikumpulkan pada tahun 2024. Proses inventarisasi dilakukan dengan studi pustaka dan melakukan wawancara langsung dengan penutur asli.

Melalui proses pencarian data, terkumpul sebanyak 734 entri. Rincian dari entri tersebut adalah 265 entri bahasa Sasak, 215 entri bahasa Samawa, dan 254 entri bahasa Mbojo. Kosakata dari ranah tradisi, agraria, dan kuliner menjadi fokus utama pengambilan data di Kabupaten Lombok Utara. Di Kabupaten Bima, fokus utama pengambilan data berasal dari ranah tradisi, arsitektur, dan kuliner. Ranah peternakan, kesenian, pertanian, dan kuliner menjadi fokus utama pengambilan data di Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional. Upaya pelindungan bahasa daerah juga merupakan cara menjaga dan melestarikan bahasa ibu dari kepunahan karena kehilangan penutur. Bahasa ibu tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai bentuk identitas diri masyarakat Indonesia. Harapan dari kegiatan ini adalah tewujudnya tujuan dari pelestarian bahasa daerah sebagai kekayaan tak benda yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. (ron)