MAN 1 Mataram Gelar Ujian Kompetensi Tahsin Al-Qur’an

0

Mataram (Suara NTB) – MAN 1 Mataram menggelar Ujian Kompetensi Tahsin Al-Qur’an (UKTA) pada akhir pekan lalu. UKTA diikuti oleh siswa kelas XII di Aula Terbuka MAN 1 Mataram. Kepala MAN 1 Mataram, Dr. Lalu Sirajul Hadi, M.Pd., pada Rabu, 21 Februari 2024 mengatakan, UKTA dilaksanakan sekitar dua bulan sebelum siswa kelas akhir atau kelas 12 menamatkan studinya di MAN 1 Mataram. Kepada siswa kelas akhir, diprogramkan untuk mengikuti UKTA, sekaligus untuk memastikan, bahwa mereka sebagai iuaran Madrasah memiliki kompetensi atau dapat membaca, Al-Qur’an.

“Sebenarnya ini tugas bersama, keluarga orang tua di rumah dan masyarakat sekitar, kami di Madrasah hanya menguatkan dan berpartisipasi memastikan. Bahwa anak-anak kita selain waktunya untuk belajar dan bermain, juga memiliki waktu yang cukup untuk belajar (ngaji) Al-Qur’an. Terima kasih kepada tim penguji, semoga jadi amal ibadah,” ujar Sirajul Hadi.

Ia juga menyampaikan, program ini diadakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an, baik dari segi kelancaran, kefasihan, serta mempraktikkan hukum-hukum bacaan baik dari pengucapan huruf maupun dari segi tajwid. “Sehingga siswa-siswi MAN 1 Mataram yang lulus tidak ada yang tidak bisa membaca Al-Qur’an,” ujarnya.

Sebagai penanggung jawab kegiatan ujian kompetensi Tahsin Al Qur’an, Lalu Sirajul Hadi menjelaskan, tes ini dilaksanakan setiap tahun pada semester genap sebelum pelaksanaan ujian madrasah. Dalam tes ini ada empat aspek penilaian yang ditentukan bisa atau tidaknya dalam membaca Al-Qur’an yaitu Makharijul Huruf, Muroatul Kalimah, Mad wal Qasr, dan al waqfu wal ibtida’.

“Apabila ada ditemukan siswa yang belum masuk kriteria lulus tes nantinya akan diberikan tindak lanjut berupa pembinaan secara terjadwal. Hasil ujian tahsin Al-Qur’an ini akan dibuatkan piagam yang akan ditunjukkan sebagai syarat untuk mengambil ijazah bagi siswa. Mereka yang tidak bisa mengaji, akan diajar kembali untuk bisa baca Al-Qur’an, sehingga alumni MAN 1 Mataram tidak ada yang buta huruf dalam membaca Al-Qur’an,” jelas Sirajul Hadi.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meminimalisasi siswa yang tidak bisa baca Al-Qur’an. “Agar di tengah masyarakat, di kampung halaman masing-masing ketika sudah selesai mengenyam studinya di MAN 1 Mataram dapat diandalkan, paling tidak sebagai imam dan pemimpin doa,” harap Sirajul Hadi. (ron)