KPU dan Bawaslu NTB Tak Persoalkan Parpol Saling Klaim Kemenangan

0

Mataram (Suara NTB) – Meskipun proses rekapitulasi perolehan suara pemilu 2024 saat ini masih berlangsung di tingkat kecamatan, namun sejumlah partai politik dan Caleg telah mengklaim kemenangan masing-masing berdasarkan hasil tabulasi perolehan suara mereka sendiri-sendiri.

Terkait hal itu anggota KPU Provinsi NTB, Halidy yang dikonfirmasi mengatakan tak mempersoalkan klaim-klaim kemenangan peserta pemilu tersebut. Menurutnya hal itu hak dari pada masing-masing peserta pemilu. “Itu kan hak masing-masing peserta pemilu, klaim-klaim itu ya silahkan saja, tapi yang jadi hakimnya besok itu adalah penetapan oleh KPU,” kata Halidy saat dikonfirmasi di KPU NTB.

Halidy menegaskan bahwa meskipun masing-masing parpol peserta pemilu dan caleg mengklaim kemenangannya. Ia menegaskan bahwa hasil resmi perolehan suara dan kursi Pileg 2024 ini adalah hasil rekapitulasi KPU.

“Hasil resmi itu adalah C-hasil yang direkapitulasi secara berjenjang, mulai dari rekapitulasi di kecamatan, rekapitulasi KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi sampai rekapitulasi di KPU RI. Itulah hasil resmi, itulah jadi rujukan kita,” tegasnya.

Karena itu ia mengimbau kepada masyarakat dan peserta pemilu untuk bersabar menunggu hasil resmi dari KPU. “Yang jadi patokan itu adalah C hasil. Persoalan apakah mereka tidak setuju dengan hasil KPU, itu persoalan lain. Lantas siapa yang lagi yang harus mereka percaya, apakah harus percaya pada diri mereka sendiri,” katanya.

Ditempat terpisah Ketua Bawaslu Provinsi NTB, Itratif juga mengaku tak mempersoalkan hal tersebut, karena masing-masing peserta pemilu punya hitung-hitungan sendiri sebagai dasar mereka mengklaim kemenangan. Namun demikian ia menegaskan bahwa klaim-klaim tersebut tidak bisa dijadikan dasar pembenaran, karena bukan hasil rekapitulasi resmi dari KPU.

“Saya kira silahkan saja semua peserta pemilu untuk melakukan penghitungan sendiri dan mendeklarasikan diri. Tapi kan perhitungan suara resmi itu baru mulai dari tingkat kecamatan. Karena itu perlu kita juga harus memastikan sumber data yang dipegang sebagai dasar mereka menyimpulkan diri kemenangan,” katanya.

“Karena data yang soheh dan legitimate itu adalah data hasil rekapitulasi penyelenggara. Kalau klaim-klaim itukan hasil hitungan subjektif, karena rekapitulasi resmi itu sekarang ini sedang berproses diingkat kecamatan,” pungkasnya.

Ditempat terpisah Bawaslu Kota Mataram, Muhammad Yusril juga tak mempersoalkan klaim-klaim kemenangan tersebut. Hanya saja pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh data-data rekapitulasi suara yang tidak jelas sumbernya. Sebab rekapitulasi suara di KPU baru sampai pada tingkat kecamatan.

“Kami imbauan kepada seluruh peserta Pemilu dan masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh hasil penghitungan di luar dari hasil penghitungan dan rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU Kota Mataram,” ujar Yusril.

Yusril meminta agar seluruh peserta Pemilu, baik itu Partai politik, tim kampanye, tim sukses hingga masyarakat agar menghormati proses pleno penghitungan dan rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU dengan menahan diri agar tidak mengumumkan hasil penghitungan mandiri di internal Partai masing-masing. Sebab hal itu bisa memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kita ingin kota Mataram ini kondusif jauh dari konflik, karena itu kita harus sama-sama jaga, kiranya Partai politik peserta Pemilu di Kota Mataram agar menahan diri untuk tidak mempublis hasil penghitungan yang dilakukan secara internal dimasing-masing Partai,” serunya. (ndi)