Dua Puskesmas Diusulkan Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Tipe C

0

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kota Mataram sedang mempersiapkan perencanaan dua puskesmas yang akan naik kelas menjadi rumah sakit tipe C. Tujuannya agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa teratur atau berjenjang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan menyampaikan bahwa secara pribadi sedang membuat analisa untuk menambah rumah sakit. Hal ini sesuai dengan keinginan dari kepala daerah yang menginginkan minimal ada dua rumah sakit milik pemerintah. Yakni, rumah sakit tipe C dan rumah sakit khusus.

Rumah sakit khusus ini, apakah rumah sakit kesehatan ibu dan anak atau lainnya. Pekerjaan rumah lainnya adalah fasilitas kesehatan untuk dental atau perawatan gigi. “Itu rencananya kita ke depannya,” kata Emirald ditemui di ruang kerjanya pada Rabu, 21 Februari 2024.

Wacana rumah sakit tipe C yang diusulkan ada dua yakni, Puskesmas Tanjung Karang dan Puskesmas Karang Taliwang. Dalam jangka pendek, kata Emirald, Puskesmas Tanjung Karang dipecah pelayanannya dengan Pustu Karang Pule. Rencananya, pustu ini akan diresmikan pada akhir bulan Februari atau awal bulan Maret 2024, sehingga pelayanan terpecah.

Sedangkan pelayanan di Puskesmas Mataram juga akan diarahkan ke Pustu Monjok, sehingga mulai saat ini, akan diaktifkan pustu tersebut. “Nanti tergantung mana yang dipilih Pak Wali dan Pak Wakil puskesmas yang naik kelas,” ujarnya.

Penambahan rumah sakit tipe C milik pemerintah akan memiliki dampak terhadap bertambahnya fasilitas kesehatan. Kedua, memecah penumpukan-penumpukan pasien di rumah sakit. Ketiga, pelayanan kesehatan secara berjenjang bisa lebih tertib dan teratur sehingga akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Sedangkan, pelayanan kesehatan khusus juga akan lebih fokus melayani seperti rumah sakit kesehatan anak dan ibu. “Saya kira ini sangat dibutuhkan di Kota Mataram,” ujarnya.

Menurutnya, tidak hanya dampak positif yang muncul dari penambahan rumah sakit tersebut. Dampak negatifnya adalah pemerintah perlu menyiapkan puskesmas pengganti. Saat ini, puskesmas di Kota Mataram melayani dua kecamatan meskipun Puskesmas Karang Taliwang melayani satu kecamatan sehingga diupayakan menambah satu puskesmas lagi.

Oleh karena itu, pihaknya mulai melakukan pemetaan sehingga satu kecamatan dilayani dua kecamatan. “Konsekuensi dari wacana rumah sakit harus ada pembentukan puskesmas baru,” ujarnya.

Pembangunan rumah sakit tipe C pasti membutuhkan ketersediaan fasilitas, SDM, dan lahan yang luas. Emirald menegaskan, Puskesmas Tanjung Karang dan Puskesmas Karang Taliwang sangat representatif karena lahannya yang cukup luas. Puskesmas itu sangat memungkinkan dibangun bertingkat untuk rawat inap.

Pembangunan rumah sakit tipe  C akan dikonsultasikan kembali dengan kepala daerah. Pihaknya juga akan mencari peluang ke pemerintah pusat untuk penyediaan sarana dan prasarana. (cem)