Dorong Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan, Kades Senaru Berikhtiar Membangun Amfiteater

0

Tanjung (Suara NTB) – Kepala Desa Senaru, Raden Akria Buana, meminta kepada Pemda Lombok Utara untuk merancang adanya gelanggang terbuka untuk pertunjukan kesenian atau  amfiteater di kawasan wisata Senaru. Sarana ini bertujuan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di Desa Senaru.

“Amfiteater sudah sangat lama kita harapkan dibangun di Senaru. Sarana ini sebagai wadah eksibisi bagi pelaku usaha untuk meningkatkan lama tinggal di Senaru,” ungkap Akria, Selasa, 20 Februari 2024.

Sesuai fungsinya, menurut Akria, amfiteater nantinya diperuntukkan sebagai wadah memperkenalkan atraksi budaya Bayan dan Lombok Utara pada umumnya untuk disaksikan oleh pengunjung. Melalui media ini, Pemdes Senaru bersama beberapa Pemdes di Bayan dapat berkolaborasi bersama pelaku wisata untuk menjadwalkan atraksi seni dan budaya. Jika daerah lain memiliki atraksi yang umum berupa, Peresean, maka desa-desa di kecamatan Bayan memiliki keberagaman budaya yang menonjolkan identitas Budaya “Wetu Telu” yaitu Tumbuh, Beranak dan Bertelur.

Dalam keseharian Masyarakat Adat Bayan, Wetu Telu masih dilestarikan dalam wujud keseharian, yakni penyelenggaraan adat budaya saat bertani maupun melaut. Sehingga beragam atraksi tersebut akan sangat mengundang ketertarikan para wisatawan yang berkunjung.

“Kita tidak ingin pengunjung yang ke Senaru atau ke Rinjani, begitu datang langsung kembali ke Gili, ke Bali. Mereka kita harapkan tinggal lebih lama dengan banyaknya pertunjukan,” terangnya.

Ia menyebut, sepanjang tahun 2023 lalu, jumlah pengunjung ke Senaru berjumlah 40.000 orang. Jumlah ini bisa meningkat menjadi 50.000 jika ditambah dengan pengunjung yang mengunjungi TNGR.

Menurut Kades Senaru, desanya memiliki potensi untuk memajukan daerah dari sektor pariwisata. Selain dari segi PAD, suguhan keindahan alam dan budaya yang dilestarikan masyarakat telah menjadi kalender even yang disaksikan oleh wisatawan domestik dan mancanegara. (ari)