Satu TPS di Dompu Berpeluang PSU

0

Dompu (Suara NTB) – TPS 10 Kelurahan Bada Kecamatan Dompu terancam melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Salah seorang pemilih yang pindah memilih dari Sumbawa ke Dompu mendapat 5 surat suara dari seharusnya hanya 3 surat suara. Kasus ini dilaporkan Syamsuddin, SE alias Some, calon anggota DPRD Dompu dari Partai Hanura daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Dompu.

“Saya melaporkan terkait ada pemilih yang terdaftar dalam DPTb atau pindah memilih, yang seharusnya bukan lima surat suara yang diterima, tapi oleh KPPS diberikan 5 surat suara. Itu kejadiannya di TPS 10 Kelurahan Bada (Kecamatan Dompu),” kata Syamsuddin, SE alias Some kepada Suara NTB usai memberikan keterangan di Bawaslu Dompu, Selasa, 20 Februari 2024.

Pemilih tersebut merupakan warga Kabupaten Sumbawa dan karena sedang bertugas di Kabupaten Dompu sehingga terdaftar dalam DPTb. Karena Sumbawa masih wilayah NTB dan satu Dapil untuk DPR RI, seharusnya memperoleh 3 surat suara yaitu surat suara untuk Pilpres, surat suara untuk DPR RI, dan DPD RI.

Tapi oleh KPPS menyerahkan 5 surat suara, yaitu termasuk DPRD Provinsi Dapil VI yaitu wilayah Dompu dan Bima, serta DPRD Dapil Dompu 1 meliputi Kecamatan Dompu. “Yang saya sayangkan, padahal di situ ada Pengawas TPS. Seharusnya dihentikan proses pemilihannya, tapi tetap dibiarkan berjalan seperti tidak ada masalah,” kata Syamsuddin.

Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu, Swastari HAZ, SH yang dikonfirmasi mengatakan, laporan ini telah ditindaklanjuti pihaknya dengan memeriksa pihak – pihak terkait termasuk KPPS untuk TPS 10 Kelurahan Bada. “Yang dilaporkan itu KPPS, bukan pemilih. Kita sedang sedang mengkajinya,” ungkap Swastari di kantornya.

Ia juga menegaskan, sejauh ini tidak ada rekomendasi dari Bawaslu untuk pelaksanaan PSU di Kabupaten Dompu selain di TPS 14 Desa Pekat Kecamatan Pekat yang telah dilakukan pada Senin, 19 Februari 2024. “Kalau yang di Hu’u itu, itu tidak benar. Warga termakan informasi hoax,” katanya. (ula)