Dilantik di Tengah Tahapan Rekapitulasi, Komisioner KPU Diharapkan Langsung Menyesuaikan

0

Mataram (Suara NTB) – KPU RI resmi melantik Komisioner terpilih KPU periode 2024-2029 di 8 kabupaten/kota se NTB pada Selasa, 20 Februari 2024. Pergantian Komisioner KPU 8 Kabupaten/Kota tersebut dilakukan di tengah tahapan krusial pemilu yakni rekapitulasi hasil pemungutan suara.

Terkait hal itu, anggota KPU Provinsi NTB, Halidy yang dikonfirmasi di sela-sela pelantikan menjelaskan bahwa pelantikan komisioner baru KPU di 8 kabupaten/kota tersebut di tengah tahapan krusial pemilu. Karena memang akhir masa jabatan komisioner lama itu habis pada 19 Februari lalu.

Namun demikian Halidy berkeyakinan kuat meskip pergantian komisioner KPU kabupaten/kota tersebut berlangsung di tengah tahapan krusial rekapitulasi suara. Tidak akan sampai mengganggu jalannya proses rekapitulasi.

“Tidak, saya yakin sama sekali tidak. Rekapitulasi tetap berjalan dan tidak terganggu sama sekali meskipun personel baru. Karena rekapitulasinya dilakukan secara berjenjang, dan itu tidak akan terganggu,” jelas Halidy.

Menurutnya tahapan penyelenggaraan pemilu sudah tersistem dengan baik, sekalipun terjadi kekosongan komisioner, hal itu tidak akan menganggu tahapan pemilu yang sedang berjalan. “Jadi di KPU itu seluruh komponen sudah dipersiapkan, kalaupun tidak ada komisionernya, sekretariat itu berfungsi, ada PPK juga,” katanya.

Kepada 40 komisioner KPU yang baru dilantik tersebut, Halidy meminta mereka untuk langsung tancap gas bekerja mengawal dan menjalankan proses rekapitulasi suara yang sedang berlangsung di tingkat kecamatan.

“Tidak ada waktu untuk belajar, mereka harus langsung menyesuaikan dengan kondisi yang ada, langsung kerja melaksanakan rekapitulasi, dan pastikan proses rekapitulasi berjalan aman dan lancar. Saya yakin mereka bisa karena sebagian besar komisioner yang dilantik ini pernah punya pengalaman kepemiluan,” katanya.

Pelantikan komisioner KPU 8 Kabupaten/Kota se NTB itu dilakukan di dua tempat, sebagian dilantik di Jakarta, kantor KPU Pusat dan sebagian lagi mengikuti pelatikan secara daring di kantor KPU Provinsi NTB. “Yang dilantik disini mereka yang tidak dapat tiket ke Jakarta, sehingga dilantik secara daring, yaitu Kota Bima, Kabupaten Bima dan Lombok Utara, yang lainnya dilantik di Jakarta,” pungkasnya.

Adapun nama-nama anggota KPU yang dilantik tersebut yakni : Kabupaten Bima, Abdurahman, Ady Supriadin, Aminuddin A Majid, Imanudin, dan Rizal Mukhlis. Kabupaten Dompu yakni Arif Rahman, Hidayatullah, Maman Apriansyah, Nasaruddin dan Yusuf. Lombok Barat yakni Abdul Aziz Fatriawan, Alfian Martoni, Hamdi, Lalu Rudi Iskandar, Riadi.

Lombok Timur yakni Ada Suci Makbullah, Mulyadi, Retno Senopati, Suriadi, dan Zainul Muttaqin. Lombok Utara yakni Bambang Wahyudi, Hanifah, Ilmiawan Hasan, Muhidin, dan Nizamudin. Kabupaten Sumbawa yakni Ardani, Handono, Hery Kurniawansyah, Muhammad Ali, dan Syamsi Hidayat.

Kabupaten Sumbawa Barat yakni, Aliatullah, Doni Mas Ade, Gufrann, Herman Jayadi, dan Supriadi. Kota Bima adalah, Amirulmukminin, Muhaiemin, Suaeb, Syauqany, dan Yeti Safriati. (ndi).