Stabilisasi Harga Beras, Bulog Kembali Salurkan 1.557 Ton Bantuan Pangan

0

Selong (Suara NTB) – Mulai Senin, 19 Februari 2024, Badan Urusan Logistik (Bulog) Lombok Timur (Lotim) kembali menyalurkan 1.557 ton untuk alokasi bulan Februari 2024. Bantuan pangan disalurkan untuk 155.796 penerima bantuan. Penyaluran bantuan ini diharapkan bisa menstabilisasi harga beras yang mulai melonjak.

Demikian ditegaskan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Lotim, M. Syaukani menjawab Suara NTB, Senin kemarin. “Untuk hari ini, penyalurannya difokuskan untuk Lombok Timur bagian selatan yaitu  Kecamatan Jerowaru, Keruak dan Sakra,” terang Syaukani.

M Syaukani menjelaskan, percepatan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari 2024 diharapkan bisa mengendalikan harga beras dan inflasi di Lotim. Percepatan penyaluran bantuan pangan ini disebut berkat dukungan dari Pj Bupati Lotim dan jajaran Pemda Lotim.

Sebelum dilakukan penyaluran dilakukan pengecekan kualitas dan kuantitas beras bantuan pangan alokasi Februari 2024 bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Achsan Nasirul Huda.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lotim, Achsan Nasirul Huda mengatakan secara simbolis penyaluran tahap kedua tahun 2024 ini akan digelar Selasa hari ini.

Achsan mengaku sudah mengecek kesiapan Bulog Cabang Lotim yang ada di Sikur. Bersama dengan Kepala Cabang Bulog, M. Syaukani dipastikan penyaluran bantuan beras cadangan beras pemerintah ini sudah siap digelar.

Masing-masing penerima bantuan ini akan menerima 10 kilogram. Takarannya pun sudah dicek dan dipastikan tepat. Sasaran penerima bantuan ini diharapkan juga bisa tepat, sehingga bisa bantu meringankan beban warga kurang mampu yang dapat bantuan.

Distribusi CB CBP ini digelar pemerintah di tengah situasi El Nino. Sejak Januari lalu sudah didistribusikan tahap pertama dan akan dituntaskan sampai Juni mendatang.

Diakui, harga beras saat ini cukup mahal. Premium sudah tembus Rp 16 ribu per kilogram. Sedangkan yang medium yang yang tembus Rp 12 ribu per kilogram. Pemerintah berusaha agar beras medium itu tidak terlalu tinggi sehingga warga kurang mampu bisa membelinya. (rus)