Selain Gili, KLU Ingin Fokus Kembangkan Wisata Adat

0

Mataram (Suara NTB) – Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu menegaskan pihaknya tengah memperkuat strategi pengembangan wisata di Lombok Utara. Upaya ini ditempuh dengan mendorong promosi destinasi wisata alternatif, selain Gili Trawangan, Meno dan Air (Tramena) yang sudah jadi destinasi terlaris di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Diketahui, Lombok Utara menjadi salah satu penyumbang wisatawan terbanyak di NTB. Sampai bulan November 2023, jumlah wisatawan yang datang ke Lombok Utara mencapai 800.000 wisatawan lokal dan mancanegara.

Dari banyaknya wisata yang datang ke Lombok Utara, Gili Tramena menjadi tujuan wisata terbanyak, tercatat sampai dengan akhir tahun 2023, wisatawan yang datang ke Gili Trawangan, Meno, dan Air sebanyak 600.000 wisatawan.

Terkenalnya Gili Tramena di mata internasional dianggap potensial mampu menaikkan wisata-wisata lainnya  di Lombok Utara. Untuk tahun ini, Djohan Sjamsu mengungkap bahwa pihaknya mencoba mendongkrak wisata-wisata  di KLU.

“Bukan hanya gili yang kita promosikan tetapi juga ada wisata desa, ada wisata religi, ada wisata adat juga,” ungkapnya.

Untuk mempromosikan wisata tersebut, Djohan mengaku bahwa mereka gencar mempromosikan objek-objek wisata lain  di Lombok Utara kepada wisatawan yang sedang berwisata di Gili. Hal ini dilakukan karena Gili menjadi objek wisata teramai  di KLU.

“Strategi promosi daerah Lombok utara, sekarang ini supaya jangan ke Gili saja, jadi di Gili itu kita jelaskan ada objek-objek wisata lain yang bisa dilihat oleh para wisatawan,” tambahnya.

Saat ini, fokus utama pengembangan yang dilakukan di KLU adalah wisata desa dan wisata adat. Mengingat bahwa KLU masih menjaga dan melestarikan adat dan tradisi daerahnya. Sehingga, ketika wisatawan berkunjung ke Lombok Utara, mereka tidak hanya datang ke Gili saja, tetapi beberapa objek wisata lain  di KLU.

“Ini yang lagi kita ikhtiarkan, banyak wisata desa, jadi mereka kalau datang nanti, mereka tidak hanya ke gili, tetapi juga ke daerah lain di Lombok Utara,” jelasnya.

Disamping menjadi daerah wisata, Lombok Utara juga memiliki tanah yang subur, sehingga daerah pertanian dan perkebunan di kabupaten ini cukup bagus. Tercatat bahwa Lombok Utara menjadi satu-satunya daerah di Lombok yang bisa ditumbuhi kurma dengan subur. Selain kurma, ada juga perkebunan Coklat, Cengkeh, dan Kopi yang akan dipromosikan juga oleh pemerintah daerah setempat. (era)