Pembukaan Jalan Udayana ke Gunung Sari Jadi Prioritas

0

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram memprioritaskan pembukaan jalan mulai dari Udayana sampai Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat di tahun 2024. Kebijakan ini harus segera dilakukan guna mengantisipasi kemacetan kendaraan di Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Rembiga.

Walikota Mataram H. Mohan Roliskana mengatakan, pembukaan akses jalan di perbatasan antara Kelurahan Rembiga dengan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat menjadi salah satu prioritas untuk mengurai kemacetan terutama pada jam-jam sibuk di kawasan Rembiga. Pembukaan jalan di mulai dari Jalan Udayana sampai Lombok Barat sehingga dapat mengurai kendaraan dari arah utara ke Mataram dan sebaliknya.

Saat ini, pihaknya masih menyusun perencanaan dan diharapkan bisa direalisasikan secara bertahap sambil menyesuaikan kondisi anggaran daerah. “Iya, pembukaan jalan ini menjadi salah satu yang kita prioritaskan,” kata Walikota ditemui pada, Senin, 19 Februari 2024.

Pembukaan akses jalan ini akan dikomunikasikan dengan Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun. Walikota mengatakan, progres pembebasan lahan dan lain sebagainya diupayakan bisa dilaksanakan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Perubahan. Untuk APBD murni 2024 difokuskan pada penyusunan perencanaan serta penyiapan kebutuhan administrasi lainnya. “Pagi ini (kemarin, red) saya ketemu Bupati Lombok Barat nanti sambil ini juga saya akan bicarakan,” tandasnya.

Untuk mengurai kemacetan di Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Rembiga telah diupayakan berbagai skenario akan tetapi agak rumit sehingga pembukaan akses jalan ini sebagai salah satu solusi mengatasi permasalahan tersebut. Adapun masukan membangun jembatan layang atau flyover di sekitar kawasan itu dikatakan Mohan, dinilai sangat berat. Demikian pula dengan skema pelebaran jalan juga dinilai sangat berat dibandingkan pembukaan akses jalan baru.

Pasalnya, pemukiman warga dengan bahu jalan sudah sangat dekat sehingga efek sosialnya akan semakin besar serta membutuhkan biaya besar. “Jalan yang kita buka ini juga lahan persawahan,” ujarnya. Anggaran pembukaan jalan diupayakan dari APBD Kota Mataram dan mencari sumber pembiayaan dari pemerintah pusat berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional.

Ia mengakui, tiga opsi sebenarnya menjadi solusi guna mengurai kemacetan di Jalan Dr. Wahidin. Diantaranya, membuka akses jalan dari Bung Hatta, Sayang-sayang, dan Udayana. Akan tetapi, pembukaan jalan Udayana dinilai paling memungkinkan supaya warga atau pengendara tidak terlalu memutar jauh. (cem)