Calon Guru Penggerak di KSB Diberikan Penguatan Diferesiensi Pembelajaran

0

Mataram (Suara NTB) – Balai Guru Penggerak (BGP) NTB menyelenggarakan Lokakarya 4 Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) Angkatan 9 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bertempat di SMKN 1 Sumbawa Barat pada Minggu, 18 Februari 2024. Kegiatan ini diikuti 50 Calon Guru Penggerak (CGP) dan 10 Pengajar Praktik (PP) dari berbagai sekolah di KSB.

Lokakarya 4 mengangkat tema “Penguatan Praktik Coaching “. Pada lokakarya ini, CGP mendapatkan pembekalan dan pendalaman materi tentang coaching dan diferensiasi pembelajaran.

Coaching merupakan salah satu strategi kunci untuk membantu guru dalam mengembangkan diri dan meningkatkan kinerjanya. Diferensiasi pembelajaran, di sisi lain, merupakan strategi untuk mengakomodasi kebutuhan belajar setiap murid yang unik dan beragam.

Kegiatan lokakarya berlangsung secara interaktif dan partisipatif. CGP dibekali dengan berbagai materi melalui ceramah, diskusi, simulasi, dan praktik langsung. Narasumber yang dihadirkan dalam lokakarya ini adalah para instruktur BGP NTB yang berpengalaman di bidang pendidikan dan kepemimpinan.

Salah satu CGP peserta lokakarya, Apriyany dari SMP Negeri 1 Taliwang, mengungkapkan kegiatan ini sangat bermanfaat baginya. “Materi yang diberikan sangat aplikatif dan dapat langsung diterapkan di dalam kelas. Saya juga mendapatkan kesempatan untuk berlatih coaching dan diferensiasi pembelajaran dengan teman-teman CGP lainnya,” ujar Apriyany.

Kepala BGP Provinsi NTB Drs. Suka, M.Pd., yang diwakili Nur Diya’ul Fajri, S.Pd., mengingatkan rangkaian kegiatan PPGP Angkatan 9 tetap berjalan sesuai jadwal hingga bulan April 2024. Turut disampaikan juga beberapa hal yang harus diperhatikan oleh unsur CGP, PP, dan Dinas Pendidikan bahwa untuk meningkatkan kedisiplinan, peserta diharapkan langsung memulai pembelajaran di kelas setelah selesai pembukaan, hal ini untuk semakin menanamkan nilai nilai positif bagi CGP selaku agen perubahan di satuan pendidikan.

Sementara itu pembukaan kegiatan di sampaikan Kepala Cabang Dinas KSB, Supriyanto, S.Pd.Bio. menyampaikan perlu adanya introspeksi dan evaluasi diri bagi para guru dalam membimbing peserta didik. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kedisiplinan para guru selaku contoh dan suri tauladan di lingkungan sekolah. Karena itu Pendampingan Kelompok Lokakarya ini adalah proses pembelajaran untuk menempa kedisiplinan tersebut.

“Jika ada peserta didik yang masih belum disiplin, metode sanksi bukan lagi jalan yang efektif dalam konteks kekinian. Perlu adanya pemahaman Disiplin Positif yang mencari akar permasalahan peserta didik belum disiplin tersebut. Terakhir, Kepala Cabang Dinas menyampaikan perlunya metode dan ilmu komunikasi yang tepat sehingga peserta didik merasa aman dan nyaman dalam menyampaikan kendalanya di pembelajaran,” jelas Supriyanto. (ron)