Server Sirekap Lamban, 40 Persen Data TPS KLU Belum Terkirim

0

Tanjung (Suara NTB) – Proses input data pemilih melalui aplikasi Sirekap yang dilakukan KPU sedang berproses kendati pengiriman data online masih lamban. KPU Kabupaten Lombok Utara (KLU) juga mengakui, dari seluruh KPPS yang mengirim data rekapitulasi Form C hasil perhitungan suara TPS, sekitar 60 persen yang diterima oleh server KPU pusat.

Hal itu diakui Komisioner Bidang Logistik pada KPU KLU, Kardi, Jumat, 16 Februari 2024. Ia menjelaskan, proses pengiriman data C-rekap oleh KPPS sudah selesai seluruhnya. Namun, tidak semua data form yang dikirim oleh petugas KPPS di 749 TPS diterima 100 persen.

“Kita sempat pantau Direkap Kabupaten, ada persentasenya. Ada sekitar 40 persen data yang belum terkirim atau belum diterima karena server KPU pusat belum membaca,” ungkap Kardi.

Meski demikian, Kardi menilai lambannya penerimaan data tidak mempengaruhi data riil pada Form C yang dikirim oleh KPPS, khususnya saat pleno di PPK. Pasalnya, PPK sendiri saat pleno berlangsung, harus memfoto lagi dokumen Form C yang belum terkirim tersebut.

“Artinya memang beban PPK bertambah, karena dokumen yang tidak terbaca harus dikirim ulang,” imbuhnya.

Kardi menyatakan, data yang muncul pada website Sirekap KPU adalah data yang sudah terbaca. Secara jumlah, data tersebut belum memenuhi ekspektasi dan keingintahuan publik atas perolehan suara Pilpres dan Pileg.

Contohnya di data Pileg Lombok Utara, perolehan suara parpol peserta pemilu sudah dapat diketahui kendati jumlah Form C yang masuk variatif. Hingga Jumat pukul 17.00 WIB, progres input Sirekap di Dapil 2 (Gangga) mencapai 102 dari 155 TPS. Kemudian di Dapil 1 (Tanjung) memenuhi input 112 dari 168 TPS. Sementara di Dapil 3 (Kayangan) terinput 96 TPS dari 148 TPS. Kemudian di Dapil 4 (Bayan), terinput 111 dari 170 TPS dan di Dapil 5 (Pemenang) terinput 65 dari 108 TPS.

“Untuk bisa diketahui 100 persen, tentu harus menunggu hasil pleno PPK dan pleno kabupaten. Tetapi Sirekap merupakan informasi awal yang menggambarkan perolehan suara parpol,” terangnya.

Kardi menambhakan, tahapan Pleno PPK dan Kabupaten beririsan dari tanggal 15 Februari -3 Maret. Bukan tidak mungkin, pleno PPK juga bisa berakhir di 3 Maret jika terdapat kendala selama proses pleno. Namun untuk Pleno Kabupaten sendiri, baru akan dilaksanakan setelah pleno PPK.

“Untuk PSU di TPS 12 Tembobor – Desa Medana, plenonya akan dilewati dulu. Jadi untuk Tanjung, akan dimulai dengan TPS yang pelaksanaannya berjalan normal,” tandasnya. (ari)