Saksi Partai Dapat Salinan Hasil Foto Copy, Kinerja KPPS Dipertanyakan

0

Praya ( Suara NTB) – Kinerja penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mendapat sorotan sejumlah partai politik (parpol). Dengan Partai Perindo menjadi parpol yang cukup keras mengkritik kinerja KPPS.  Menyusul banyaknya saksi parpol tersebut yang hanya memperoleh salinan hasil pemungutan suara dalam bentuk foto copy. Bukan salinan hasil yang asli yang memang sudah disiapkan.

Ketua DPD Partai Perindo Loteng, L. Edi Gunawan, saat memberikan keterangan pers di kantornya, Jumat, 16 Februari 2024, mengatakan dari 3.316 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Loteng, saksi TPS Partai Perindo hanya memperoleh salinan hasil pemungutan suara yang asli dari sekitar seribuan TPS saja. Sementara dari 2 ribuan TPS lainnya saksi hanya dapat dalam bentuk salinan foto copy.

“Yang jadi pertanyaan dikemanakan dokumen salinan hasil pemungutan suara yang asli yang mestinya diberikan ke parpol. Sementara yang diberikan ke kami hanya salinan yang di-foto copy,” ujarnya.

Jangan sampai  salinan yang asli justru digunakan untuk melakukan manipulasi perolehan suara, karena ketika ada persoalan saat pleno rekapitulasi perolehan suara nantinya, tentu salinan asli saja yang diakui. Sedangkan yang  berupa foto copy berpotensi ditolak. “Ini kekhawatiran kami, jangan-jangan ketika nanti kami ada protes ketika terjadi selisih perolehan suara, tidak akan diterima karena dasarnya salinan foto copy,” imbuhnya.

Melihat kejadian tersebut patut diduga KPU Loteng bersama KPPS di bawah memberikan perlakuan yang berbeda, karena ada yang memberikan salinan hasil yang asli dan ada juga yang foto copi-an. Padahal regulasi sudah jelas masing-masing parpol harus mendapat salinan hasil yang asli.

Untuk itu pihaknya mengajak parpol yang lain supaya benar-benar mengawal proses rekapitulasi perolehan suara di tingkat PPK dan tidak memberikan peluang terjadi kecurangan, karena dengan kondisi seperti ini, sangat mungkin terjadi kecurangan. “Sementara ini salinan hasil berupa foto copy ini kita terima dulu. Kalau nantinya saat pleno rekapitulasi suara salinan foto copy ini tidak diakui, kami akan gugat secara hukum,” tegas Edi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Loteng Hendri Harliawan, menegaskan pihak sudah menyiapkan form C salinan hasil perolehan suara untuk masing-masing parpol. Dan, itu bisa diperbanyak setelah form C salinan diisi lengkap sesuai dengan data di C salinan plano. “Memang kita minta KPPS memperbanyak form C salinan sesuai dengan jumlah saksi parpol yang hadir dan mengantongi surat mandat dari parpol,” terangnya.

Kalau form C salinan hanya ada satu dan itulah yang disimpan di kotak suara. Untuk nanti akan dibaca saat pleno rekapitulasi perolehan suara berlangsung. “Jadi yang didapat saksi parpol form C salinan yang sudah diperbanyak. Dan, masing-masing dapat satu salinan,” tutupnya. (kir)