Dugaan Kecurangan Pemilu, PSI Resmi Lapor ke Bawaslu Loteng

0

Praya (Suara NTB) – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Lombok Tengah (Loteng) secara resmi melayangkan laporan dugaan kecurangan pada pemungutan suara Pemilu 2024 pada Rabu, 14 Februari 2024, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat. Dengan dua laporan di lokasi kejadian yang berbeda tetapi dengan dugaan kecurangan yang sama.

Terhadap dugaan kecurangan tersebut, PSI Loteng menuntut dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ditengarai tempat terjadinya kecurangan pemilu tersebut.

“Ada dua laporan yang kita ajukan. Dugaan kecurangan di TPS 21 Desa Penujak serta TPS 20 Rancak Lingkungan Tengari Praya,” sebut Ketua DPD PSI Loteng, M. Sahirudin, Kepada Suara NTB, Jumat, 16 Februari 2024.

Tapi laporan tersebut mencakup beberapa TPS sekitar lokus kejadian, karena dugaan kecurangan yang sama juga disinyalir terjadi di beberapa TPS lainya. Jadi bukan hanya terjadi di satu TPS saja tetapi di beberapa TPS, sehingga pihaknya menduga kalau dugaan kecurangan memang masif, terstruktur dan sistemik.

 “Jadi modus tim sukses caleg tertentu berdiri di depan papan spesimen surat suara yang berisikan informasi tentang partai politik dan caleg peserta pemilu. Ketika ada pemilih datang, timses ini lantas memberikan bimbingan. Kemudian diarahkan untuk memilih caleg tertentu. Difasilitasi petugas TPS setempat,” jelasnya.

Padahal itu jelas-jelas menyalahi aturan dan regulasi pemilu, karena tidak boleh secara aturan penyelenggara membimbing apalagi sampai mempengaruhi calon pemilih agar memilih peserta pemilu setempat. “Boleh penyelenggara mendampingi pemilih tapi itu ada ketentuan juga. Jadi tidak sembarangan mendampingi pemilih,” imbuhnya.

Tetapi yang terjadi di lapangan, penyelenggara dengan enaknya mendampingi bahkan sampai mengarahkan pemilih untuk memilih calon tertentu atas arahan tim sukses caleg tertentu. Bahkan ironisnya di TPS 20 Rancak yang memberikan bimbingan dan arahan adalah seorang guru yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Inikan sudah tidak benar. Sudah curang mengarahkan pemilih dan yang mengarahkan statusnya sebagai ASN. Ketua RT pula,” tandasnya.

Untuk itu, pihak mendesak Bawaslu Loteng turun melakukan penyelidikan secara tuntas dan segera gelar PSU. Tidak hanya di TPS lokus tempat kecurangan  berlangaung. Tetapi juga di beberapa TPS sekitar lainya. “Soal bukti-bukti sudah kita siapkan,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Bawaslu Loteng, L.Fauzan Hadi membenarkan kalau pihaknya telah mendapat laporan dugaan kecurangan pemilu dari PSI. Tetapi sesuai tahapan Bawaslu akan melakukan pembahasan di internal terlebih dahulu. Baru kemudian diputuskan dilanjutkan apa tidak laporan yang masuk tersebut ke tahap berikutnya.

“Setiap laporan akan kita kaji dulu  baru diputuskan dilanjutkan ke tahap  berikutnya atau tidak,” jawab Fauzan. (kir)