Agenda Bau Nyale 2024 Dipusatkan di KEK Mandalika

0

Praya (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) menyatakan sejumlah agenda perayaan tradisi Bau Nyale di Pantai Seger dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Untuk karnaval Bau Nyale 2024 dipusatkan di Mandalika,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Sungkul di Praya, Jumat, 16 Februari 2024.

Adapun event Festival Bau Nyale di antaranya lomba membaca lontar digelar 23 Februari di Alun-alun Tastura, Grand final pemilihan Putri Mandalika digelar 24 Februari di Praya, Presean digelar 25-27 Februari di Mandalika dan Karnaval Putri Mandalika digelar 28 Februari di Mandalika.

“Untuk malam puncak Bau Nyale tetap dipusatkan di kawasan Pantai Seger di KEK Mandalika,” katanya.

Festival Bau Nyale 2024 ini katanya, memang tidak masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEK), namun untuk kemeriahan Bau Nyale 2024 tetap sama seperti tahun sebelumnya.

“Untuk hiburan di malam puncak acara tetap ada. Kami masih melakukan koordinasi dengan Dispar Provinsi NTB,” jelasnya.

Sebelumnya, waktu Bau Nyale (menangkap cacing laut) di Pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika diputuskan tanggal 29 Februari hingga 1 Maret 2024.

“Hari Bau Nyale jatuh pada 29 Februari dan 1 Maret 2024. Ini hasil Sangkep Warige,” kata Tokoh Budayawan Lombok Tengah, Lalu Agus Faturahman saat acara Sangkep Warige di Desa Wisata Ende Kecamatan Pujut.

Ia mengatakan sebelum sidang besar ini, telah dilakukan sidang kecil yang dihadirkan pemangku adat dari delapan penjuru mata angin, tokoh agama dan tokoh pemuda atau perwakilan masing-masing wilayah.

“Sidang kecil itu untuk menghimpun pendapatan para tokoh. Keputusan ini diambil berdasarkan hati nurani untuk kebersamaan masyarakat sasak,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah mengatakan Sangkep Warige Bau Nyale telah dilaksanakan dan diputuskan tanggal 20 bulan 10 penanggalan sasak itu bertepatan dengan tanggal 29 Februari dan 1 Maret 2024.

“Hasil Sangkep Warige menjadi dasar pemerintah daerah melanjutkan kegiatan penyambutan Bau Nyale 2024,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pemangku adat dan tokoh agama maupun tokoh pemuda yang telah melaksanakan Sangkep Warige tersebut berdasarkan hasil kajian tanda-tanda alam. Sehingga terjadi perbedaan pendapat dalam waktu penentuan puncak Bau Nyale.

“Alhamdulillah hasilnya telah diputuskan. Pemerintah daerah tetap mendukung keputusan tersebut,” katanya. (ant)