TPS Sangat Rawan Bakal Dijaga Dua Personel Polisi

0
Yasmara Harahap (SuaraNTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) – Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa Barat, menyiapkan dua personel lengkap ditambah dengan anggota Dalmas untuk mengamankan masing-masing satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan kualifikasi sangat rawan Pemilu.

“Di sini (KSB) kita memiliki 11 TPS dengan kategori sangat rawan Pemilu, makanya kita sudah mengantisipasi dengan menyiapkan dua personel di tiap-tiap TPS,” kata Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Yasmara Harahap, kepada Suara NTB, Selasa, 13 Februari 2024.

Dia melanjutkan, sementara untuk TPS kategori rawan, pihaknya menyiagakan dua personel untuk dua TPS, ditambah dengan Dalmas. Sedangkan untuk daerah dengan kategori kurang rawan dijaga satu personel minimal 4 TPS yang masuk dalam pengamanan.

“Kami sudah petakan semua potensi yang terjadi dengan melihat tingkat kerawanan Pemilu. Mudah-mudahan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” sebutnya.

Dia pun memastikan tetap memberikan pengamanan ekstra dalam pelaksanaan pemilu meskipun kondisi Sumbawa Barat, masih kondusif. Namun segala potensi dan kemungkinan yang terjadi di lapangan tetap diantisipasi.

“Kita tetap melakukan pengamanan maksimal dengan tidak melakukan underestimate setiap kondisi yang ada,” ucapnya.

Disinggung terkait pengamanan TPS di lokasi yang paling jauh di Sumbawa Barat, dia meyakini perlakuannya tetap sama. Apalagi akses transportasi ke setiap wilayah di KSB, tidak ada kendala baik ke Desa Rarak Ronges maupun ke desa Taliwang.

“Kalau yang dibilang benar-benar jauh di sini (KSB) sudah tidak ada karena akses transportasi sudah terhubung semua dengan kualitas jalan yang cukup baik,” ujarnya.

Seraya mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kekondusifan dengan menjaga tali silaturahmi dan berhati-hati dalam menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya.

“Harapan saya kepada masyarakat, tetap menjaga kondusivitas, meski beda pilihan, beda warna, adalah hal yang biasa. Tetap dalam jalinan silaturahmi dan jangan sampai terputus silaturahmi hanya karena Pilpres,” pungkasnya. (ils)