Sejumlah Mahasiswa Gelar Aksi Yasinan dan Shalawatan di Depan Kantor OJK NTB

0
Massa aksi lintas elemen menggelar yasinan dan sholawat di depan Kantor OJK NTB. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Puluhan aktivis mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB, DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) NTB dan Himmah Nahdlatul Wathan menggelar aksi membaca yasin dan shalawatan di depan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Senin pagi jelang siang, 12 Februari 2024.

Aksi ini dilakukan untuk menyampaikan sekaligus mempertanyakan sejumlah dugaan kepada OJK NTB. Massa datang membawa puluhan bakul sayur hingga karangan bunga. Perwakilan massa yang dikawal ketat aparat ini menyampaikan beberapa hal terkait OJK. Diantaranya, dugaan data hasil pengawasan OJK terhadap bank daerah yang dibocorkan oleh eksternal OJK dan Pemegang Saham Pengendali (PSP).

Selain itu, massa juga mempertanyakan perihal kupon paket sembako yang dibagikan oleh salah satu oknum Caleg bertuliskan OJK di musim kampanye/politik. Ketua KAMMI NTB, Muhammad Amri Akbar dalam orasinya mengatakan telah mengetahui oknum salah satu Caleg berkampanye dengan membagikan kupon bansos yang ada logo Otoritas Jasa Keuangan. Disinyalir dana tersebut dari dana FKIJK pada OJK NTB.

Sementara itu, Ketua PW HIMMAH NW NTB, Lukman mengertisi sikap OJK NTB yang diduga membocorkan data perbankan pada pihak yang tidak memiliki kewenangan dan juga menyalahgunakan dana untuk literasi keuangan. Massa menggelar yasinan dan sholawatan dengan mengharapkan OJK tetap menjaga integritasnya. Setelah menyampaikan tuntutan, massa kemudian membubarkan diri.

Kepala OJK Provinsi NTB, Rico Rinaldy memastikan bahwa integritas insan OJK tetap terjaga. Ia menegaskan bahwa pimpinan dan segenap pegawai Kantor OJK Provinsi NTB selalu patuh terhadap kode etik lembaga, serta memastikan tidak ada kebocoran data hasil pemeriksaan industri keuangan dari internal OJK.

Pemberian dokumen hasil pemeriksaan hanya diberikan kepada pengurus industri keuangan dan pihak terkait untuk keperluan pembinaan dan evaluasi kinerja industri keuangan. Ia juga menegaskan bahwa Kantor OJK Provinsi NTB tidak pernah mendanai pembagian sembako dan mengadakan kegiatan bersama calon legislatif manapun selama masa kampanye pemilu.

“OJK menjunjung tinggi independensi lembaga dan netralitas pegawai. Hal yang sama berlaku untuk Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antar industri jasa keuangan, yang tidak memiliki afiliasi politik sama sekali,” demikian Rico. (bul)