Hari Ini, KPU KSB Distribusikan Seluruh Logistik Pemilu

0
Denny Saputra. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa Barat menjadwalkan pendistribusian seluruh logistik Pemilu ke tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) serentak pada, Selasa, 13 Februari 2024.

“Semuanya besok (hari ini) pukul 09.00 Wita serentak kami distribusikan untuk logistik pemilunya,” terang Ketua KPU KSB, Denny Saputra, Senin, 12 Februari 2024.

Proses pengiriman logistik ke PPS akan menggunakan sejumlah kendaraan roda empat. Menurut Denny, ada beberapa unit truk yang sudah disewa pihaknya. Truk-truk tersebut nantinya akan mengangkut seluruh item logistik Pemilu ke tiap kecamatan untuk selanjutnya didistribusikan ke masing-masing PPS tingkat desa/kelurahan. “Ada juga beberapa kendaraan kapasitas kecil, itu kita pakai untuk distribusi dalam kota (Taliwang),” sebutnya.

Denny mengaku, hambatan yang kemungkinan dapat menggangu proses distribusi logistik adalah cuaca. Ia mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, intensitas hujan cukup tinggi hampir di seluruh wilayah KSB. “Antisipasinya, kami sudah minta pemilik kendaraan yang kami sewa untuk menyediakan terpal agar saat hujan muatannya (logistik pemilu) tidak basah,” ujarnya seraya menambahkan mengenai jalur distribusi repatif aman ke seluruh wilayah.

“Kalau akses kami kira tidak ada wilayah yang sulit dijangkau. Jadi insyaallah pengiriman logistik bisa selesai dalam sehari,” sambung Denny.

Pada bagian lain, ditanya mengenai kesiapan di tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Terutama soal masih adanya KPPS yang belum dapat mengakes aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) hingga kini. Denny mengatakan, dalam dua hari terakhir ini pihaknya terus mendampingi KPPS agar dapat mengakses aplikasi perhitungan daring yang disiapkan KPU tersebut. “Insyallah pada hari pencoblosan nanti semua KPPS sudah bisa terhubung dengan aplikasi Sirekap itu sehingga proses pengimputan datanya lancar,” klaimnya.

Sebagai informasi, aplikasi Sirekap adalah sistem perhitungan baru yang digunakan KPU. Sistem ini menggantikan Sistem informasi penghitungan suara (Situng). Namun di sejumlah daerah aplikasi itu dikeluhkan di tingkat KPPS karena kerap sulit diakses atau terjadi galat (eror). (bug)