Dinas Pendidikan Loteng Ingin Hidupkan Kembali Muatan Lokal Bahasa Sasak

0
Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Idham Khalid (tiga dari kiri) bersama Kepala dan perwakilan kepala UPT Kemendikbudristk di Provinsi NTB dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2023, Senin, 12 Februari 2024.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mulai menyeriusi revitalisasi bahasa daerah. Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB yang diwakili oleh Koordinator KKLP Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Kasman, hadir untuk memberikan materi terkait program Revitalisasi Bahasa Daerah dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2023 dengan judul “Kolaborasi Memberi Solusi”, pada Senin, 12 Februari 2024.

Selain Kantor Bahasa, turut hadir pula Kepala Balai Guru Penggerak dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi NTB sebagai pemateri. Kegiatan rapat koordinasi dan evaluasi ini diawali dengan sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Idham Khalid.

Dalam sambutannya, ia menuturkan kegiatan kali ini berbeda dari biasanya karena mengundang instansi pusat melalui UPT-nya di tingkat provinsi.

Ia melanjutkan kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat program dan mengupayakan yang terbaik demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah.

“Kami mulai mengirimkan muatan lokal bahasa daerah. Untuk itu, kami mengundang Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Semoga kami bisa kembali menghidupkan muatan lokal bahasa Sasak,” pungkas Lalu Idham Khalid.

Kasman berkesempatan menyampaikan materi mengenai program Revitalisasi Bahasa Daerah. Program ini untuk meningkatkan daya hidup bahasa daerah. Sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak, diadakanlah Festival Tunas Bahasa Ibu sebagai acara puncak. Kantor Bahasa Provinsi NTB mengharapkan Festival Tunas Bahasa Ibu dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

“Para pakar bahasa daerah dan pemangku kepentingan biasanya memperdebatkan tentang standar dialek yang direvitalisasi. Namun, Kantor Bahasa tidak mengharuskan generasi muda, yaitu siswa SD dan SMP, mempelajari bahasa daerah dengan dialek tertentu. Generasi muda bebas mempelajari dialek bahasa daerah yang ada di wilayahnya masing-masing,” tutur Kasman saat menyampaikan materi.

Kasman juga mengapresiasi undangan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah. Melalui kegiatan ini, ia berharap Kabupaten Lombok Tengah dapat melestarikan bahasa Sasak. Lebih khusus lagi, ia berharap muatan lokal bahasa Sasak dapat dihidupkan kembali dalam semua jenjang pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah. (ron)