Caleg Perindo DPRD Kota Mataram yang Diduga Bagi Sembako Divonis Bebas

0
Sidang dengan agenda pembacaan surat putusan. (SuaraNTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Terdakwa kasus tindak pidana pemilu (Tipilu) Ni Komang Puspita yang merupakan calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kota Mataram dari Partai Perindo divonis bebas majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram.

“Mengadili, menyatakan Ni Komang Puspita tidak terbukti secara sah dan menyakinkan tidak bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dicantumkan dalam dakwaan tunggal JPU,” kata Ketua Majelis Hakim Lalu Muhammad Sandi Iramawa, Selasa, 13 Februari 2024 malam.

Majelis hakim yang beranggotakan Mukhlassuddin dan Luh Sasmita Dewi tersebut, menyatakan Ni Komang Puspita dibebaskan dari segala dakwaan penuntut umum. Selain itu, majelis hakim akan memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, hal-hal lain serta martabatnya.

“Menetapkan barang bukti berupa 1 unit handphone merk Realme dan satu lembar fotocopy tangkapan layar yang akan dikembalikan kepada saksi,” ucap majelis.

Selain itu, barang bukti berupa satu unit handphone merk Oppo dikembalikan kepada terdakwa Ni Komang Puspita dan Surat KPU nomor 170 tahun 2023 tetap terlampir dalam kertas perkara.

“Membebankan biaya perkara terdakwa kepada negara,” bunyi amar putusan lebih lanjut.

Ni Komang ditemui usai persidangan mengaku lega dan yakin bisa menang pada Pileg yang akan diselenggarakan besok pagi, Rabu, 14 Februari 2024. “Sangat yakin. Doakan saja menang besok,” pungkas Ni Komang.

Sebelumnya Ni Komang Puspita yang merupakan calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kota Mataram dari Partai Perindo yang menjadi terdakwa di perkara Tindak Pidana Pemilu (Tipilu) dituntut 5 bulan kurungan penjara.

Selain pidana penjara, terdakwa juga dibebankan membayar denda senilai Rp5 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. JPU turut meminta kepada majelis hakim untuk melakukan penahanan terhadap terdakwa.

Jaksa penuntut umum dalam dakwaannya, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 523 ayat (1) juncto pasal 280 ayat (1) huruf J Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diberitakan sebelumnya, pengusutan terhadap kasus itu berawal dari adanya laporan yang diterima dari masyarakat tertanggal 13 Januari 2024. Didalam laporan tersebut, diduga oknum calon anggota legislatif (Caleg) Ni Komang Puspita melakukan pelanggaran pemilu.

Di laporan yang diterima itu, diduga caleg dari Partai Perindo DPRD Kota Mataram Ni Komang Puspita tersebut membagikan tulisan gambar berisi foto dirinya di sembako (beras) untuk dibagikan ke masyarakat sekitar. Di tulisan itu juga menyebut, jika memilih dirinya menjadi Caleg akan diberikan beras itu.

Di tahap penyidikan penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi. Selain itu, ada juga beberapa dokumen salah satunya daftar calon tetap (DCT) dari KPU Kota Mataram, ada juga tangkapan layar atau screnshoot postingan di media sosial Facebook. (ils)