Caleg Perindo DPRD Kota Mataram Dituntut Lima Bulan Penjara

0
Ni Komang Puspita, Caleg Perindo untuk DPRD Kota Mataram usai mendengarkan vonis hakim. Dia dihukum 5 bulan penjara.(Suara NTB/ils)

Mataram (Suara NTB) – Ni Komang Puspita yang merupakan calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kota Mataram dari Partai Perindo yang menjadi terdakwa di perkara Tindak Pidana Pemilu (Tipilu) dituntut 5 bulan kurungan penjara.

“Menuntut, meminta kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 5 bulan kurungan penjara,” kata Jaksa penuntut umum (JPU) yang wakili Muhammad Harun Al Rasyid, Senin, 12 Februari 2024. Selain pidana penjara, terdakwa juga dibebankan membayar denda senilai Rp5 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. JPU turut meminta kepada majelis hakim untuk melakukan penahanan terhadap terdakwa.

“Meminta kepada majelis hakim untuk melakukan penahanan terhadap terdakwa,” sebutnya. Jaksa penuntut umum dalam dakwaannya, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 523 ayat (1) juncto pasal 280 ayat (1) huruf J Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebelum membacakan surat tuntutan jaksa penuntut umum telah mempertimbangkan hal yang memberatkan dan juga meringankan. Hal memberatkan terdakwa tidak patuh terhadap aturan Pemilu dan hal meringankan terdakwa belum pernah ditahan sebelumnya.

Diberitakan sebelumnya, pengusutan terhadap kasus itu berawal dari adanya laporan yang diterima dari masyarakat tertanggal 13 Januari 2024. Didalam laporan tersebut, diduga oknum calon anggota legislatif (Caleg) Ni Komang Puspita melakukan pelanggaran pemilu.

Di laporan yang diterima itu, diduga caleg dari Partai Perindo DPRD Kota Mataram Ni Komang Puspita tersebut membagikan tulisan gambar berisi foto dirinya di sembako (beras) untuk dibagikan ke masyarakat sekitar. Di tulisan itu juga menyebut, jika memilih dirinya menjadi Caleg akan diberikan beras itu.

Di tahap penyidikan penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi. Selain itu, ada juga beberapa dokumen salah satunya daftar calon tetap (DCT) dari KPU Kota Mataram, ada juga screnshoot postingan di media sosial Facebook. (ils)