Bawaslu Antisipasi Politik Uang Saat Pencoblosan

0
Ilustrasi

Mataram (Suara NTB) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mataram telah memetakan tempat pemungutan suara (TPS) rawan di enam kecamatan. Politik uang perlu diantisipasi saat pencoblosan pada Rabu, 14 Februari 2024.

Komisioner Bawaslu Kota Mataram, Effendi menyebutkan dari 1.248 TPS (tempat pemungutan suara) telah dipetakan potensi kerawanan. Potensi kerawanan ini memiliki indikator serta variabel di antaranya, keamanan, netralitas, politik uang, logistik, lokasi TPS, dan jaringan internet. Sementara, kerawanan ini memiliki 22 indikator salah satunya adalah pemberian uang dan barang saat masa kampanye maupun masa tenang.

Ditegaskan, politik uang diantisipasi pada saat pencoblosan sehingga diminta pengawas kelurahan diminta patroli ke masing-masing TPS untuk memeriksa dan mengecek kesiapan tempat pemungutan suara. “Jadi semuanya sudah kita petakan untuk melihat dimana TPS yang dianggap rawan,” kata Effendi ditemui pada Senin, 12 Februari 2024.

Pihaknya telah mengultimatum kepada pengawas TPS agar tidak main-main melakukan pengawasan saat pencoblosan maupun penghitungan suara. Bagi pengawas TPS yang meninggalkan lokasi untuk istirahat shalat dan makan diminta berkolaborasi dengan saksi parpol maupun saksi caleg untuk mengawasi aktivitas petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara.

Effendi menyebutkan, bentuk kerawanan bisa saja terjadi saat memberikan surat pemberitahuan memilih sebelum pemungutan suara. Pengawas TPS juga diingatkan mencatat apapun yang terjadi saat proses pelaksanaan pemungutan suara. “Jadi semua harus dicatat mulai dari daftar hadir, berapa saksi, anggota KPPS, dan lain sebagainya,” terangnya.

Pengawasan tidak hanya saat pemungutan juga penghitungan suara perlu diawasi. Menurutnya, perlu dihindari KPPS yang memiliki kuku panjang berpeluang akan terjadi robek di surat suara.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Kota Mataram, Edi Putrawan menilai tidak ada TPS rawan saat pencoblosan. Pihaknya justru mengantisipasi terjadinya anomali cuaca sehingga petugas KPPS harus memastikan lokasinya aman dari hujan maupun angin kencang. “Kalau kami sih tidak ada TPS rawan. Justru, kita mengkhawatirkan anomali cuaca sehingga meminta TPS yang tidak menggunakan gedung sebagai lokasi pemungutan suara menyiapkan terpal,” demikian katanya. (cem)