Awal Tahun 2024, Sudah Tiga Pinjol Ilegal Dilaporkan ke OJK NTB

0
Rico Rinaldy, (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Tiga pinjaman online (pinjol) ilegal dilaporkan diawal tahun 2024 ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai tawarannya. Kepala OJK Provinsi NTB, Rico Rinaldy mengatakan, terdapat tiga entitas pinjol ilegal yang dilaporkan oleh masyarakat dengan nama baru. Diantaranya ada Pinjaman Uang, Dana Go, Klo Mudah.

“Modelnya pinjol itu begitu, yang sudah lama ilang, muncul yang baru. Sebelumnya kita tidak pernah dengar nama-nama itu,” tuturnya. Rico yang didampingi Muhammad Abdul Mannan, Kepala Subbagian IKNB dan PM mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati menerima tawaran pinjol ilegal.  Karena dampak ekonomi dan sosialnya cukup besar.

Selain bunga pinjaman yang cukup tinggi, masa pengembaliannya relatif singkat. Dan data-data pribadi nasabahnya bisa diakses leluasa kemudian digunakan untuk mengintimidasi nasabah. Karena itu, OJK meminta kepada masyarakat untuk melaporkan jika terindikasi adanya penawaran pinjol illegal. “Laporkan ke OJK, nanti kami sampaikan ke Satgas untuk diblokir akun pinjolnya,” jelas Rico.

Ia meminta kepada masyarakat agar mengakses lembaga keuangan resmi lainnya seperti perbankan, pegadaian, finance, dan lainnya bilamana masyarakat membutuhkan dana. Itupun, dananya disarankan dialokasikan kepada hal-hal yang produktif. Apalagi sekarang ini, terhadap layanan online masyarakat di NTB termasuk cepat beradaptasi.

Sehingga masyarakat dengan mudah melakukan pinjaman dana melalui pinjol di gadgetnya. Sayangnya belum banyak yang mengetahui pinjol legal dan ilegal.  “Tentunya selalu kalau OJK, kita melakukan sosialisasi edukasi bagaimana mengetahui fintech atau pinjol yang illegal dan legal. Kalau yang legal bisa di cek namanya di OJK, kalau yang iilegal bisa dilaporkan juga ke OJK,” ujarnya.

Masyarakat yang sudah meminjam dana di pinjol juga harus tetap mengingat risiko di black list untuk mendapatkan pinjaman dana dari lembaga pembiayaan online lainnya. “Karena datanya akan masuk di Fintech Data Center, tidak dapat minjam lagi di lembaga pembiayaan online lainnya. Harus hati-hati ini,” katanya mengingatkan.

Pada bagian lain, Rico juga menyampaikan trend akses keuangan masyarakat di NTB kepada pinjol yang resmi juga cukup tinggi. Per November 2023 angkanya sebesar Rp501,67 miliar. Dengan Tingkat kredit macet juga tinggi sebesar 5,8 persen.

Rico mengingatkan tingginya kredit macet pinjaman online ini bisa dipengaruhi oleh beberapa hal. Diantaranya, karena persoalan kemampuan bayar debitur, atau bisa juga karena faktor kesengajaan debitur untuk tidak membayar karena komunikasi hanya terjalin secara online. (bul)